The Reason Why I Am in Love with Your Soul


“A room without books is like a body without a soul.” -Cicero


Pada hari Valentine ini, aku akan menceritakan tentang bookstore yang aku datangi di akhir tahun lalu dan aku jatuh cinta sekali lagi pada tempat ini.

Desember 2016 kemarin, aku diberi kesempatan untuk mendatangi salah satu negara paling berpengaruh terhadap perekonomian dunia, Amerika.. Kota yang aku datangi merupakan kota terpadat kedua di negara tersebut, yaitu Los Angeles.

Walking into a bookstore always makes my heart beats because there's something magical inside and it feels like it has a soul.

Siapa yang menyangka bahwa kota semodern LA memiliki bookstore dimana di dalamnya terdapat buku versi-versi awal. Dari baunya saja udah kecium bau kertas-kertas tua. Hehehehehehe...

Book spine-nya cakep-cakep banget. Harga satu seri di samping bisa sampai puluhan juta dalam rupiah. Aku sih hanya bisa mandangin satu-satu. Untuk buku edisi pertama, satu bukunya bisa dihargai belasan juta. Hanya kolektor sejati kayaknya yang mau beli. Hahahahahaha...

The Last Bookstore terdiri dari dua lantai. Keduanya menyimpan berbagai macam buku, tapi lantai dua lebih ke buku misteri dan thriller. Plus ada ruangan buat workshop gitu. Keren banget lah.

Terus di lantai dua itu lah ada book tunnel yang selalu menjadi incaran book lovers macam aku sebagai tempat untuk foto-foto. Sebenarnya bukunya gak boleh dijadiin aksesoris buat foto sih, tapi apa boleh buat. Sayangnya di lantai dua ini gak ada novel romance, jadi novel apapun jadilah =P


Untungnya bawa fotografer pribadi, jadi bisa diberdayakan kemampuannya. Hahahahhaaha.. These pics thanks to my cousin's cousin. Selama aku di LA, dialah tukang fotonya pokoknya :)


Sayangnya aku gak ambil banyak foto karena lebih asik lihat-lihat dengan mata. Hahahahaha...

Sebenarnya di TLB ini ada beberapa ruangan yang isinya benar-bener khusus buku-buku tertentu. Kayak berasa masuk bunker gitu. Ada satu yang agak horor, di depan ruangannya ada tulisan kalau pintunya gak bisa dibuka dari dalam, cuma bisa dari luar. Terus di dalamnya buku-buku pembunuhan. Kebayang kan kalau kekunci di dalam terus bacanya buku suram gitu?

Terus ada lagi ruangan yang super gelap, hanya diterangi beberapa lampu kuning kecil. Isinya benar-benar buku tua banget. Yang kalau dibalik kertasnya harus super hati-hati karena takut robek. Gak boleh pegang sih karena keringat dan segala bakteri yang ada di tangan kita bisa memperburuk kondisi buku. Pencahayaannya pun diatur. Luar biasa lah ini bookstore.

Di lantai satu ada pojok khusus buat anak-anak. Jadi banyak buku-buku anak-anak gitu. Aku baca Ida, Always juga di sini. Thank God gak ada yang sadar aku nangis. Itu buku bittersweet banget. Hiksssss...

Aku gak beli buku apa-apa sih di sini karena perginya sama sepupu-sepupuku yang tidak terlalu menikmati buku (sigh), jadi aku harus mengakhirinya dalam satu jam. Padahal masih pengen ngubek-ngubek, siapa tahu ketemu yang murah. Masih pengen menikmati bau-bau bukunya, lihat-lihat cover yang cakep, dan cowok cakep (upppsss...)

Oh ya, di sini diizinkan untuk baca buku yang ada di bookstore ini, tapi hanya boleh satu jam saja. Lupa tulisan sign-nya gimana, intinya TLB adalah bookstore bukan library. Dan menurutku, diizinkan untuk baca aja udah luar biasa banget untuk sebuah bookstore. Di Indo bisa diusir keluar kali (kecuali Gramed dan udah tebal muka diliatin orang-orang).

Next time, definitely will go there again. Tapi kali ini kayaknya pergi sendiri aja atau sama sepupu jauhku itu. Harus meluangkan waktu lebih dari satu jam sih kalau benar-benar mau menikmati semuanya di TLB.

PS:
Aku juga pergi ke Barnes and Nobles bookstore. Mirip Kinokuniya Grand Indo sih menurutku, luas, terang, dan apa yang ada di rak, itulah stoknya, jadi gak perlu tanya ke petugasnya ada yang lainnya atau tidak. Hehehehehe... Yang paling aku suka dari BN adalah plastiknya unyu banget! Dicetak cuplikan paragraf dari Moby Dick. Gak aku foto karena udah lecek plastiknya. LOL. Harga bukunya mahal di sana :(



No comments:

Post a Comment