Tessa Dare - A Night to Surrender [Spindle Cove #1]

A Night to Surrender
series of Spindle Cove #1
by Tessa Dare
in 372 pages
published by Avon
on August 2011
categorized in Historical Romance
read on December 04, 2016
with overall rate ❤❤❤








Synopsis


Welcome to Spindle Cove, where the ladies with delicate constitutions come for the sea air, and men in their prime are... nowhere to be found. Or are they?

Spindle Cove is the destination of choice for certain types of well-bred young ladies: the painfully shy, young wives disenchanted with matrimony, and young girls too enchanted with the wrong men; it is a haven for those who live there.

Victor Bramwell, the new Earl of Rycliff, knows he doesn't belong here. So far as he can tell, there's nothing in this place but spinsters... and sheep. But he has no choice, he has orders to gather a militia. It's a simple mission, made complicated by the spirited, exquisite Susanna Finch—a woman who is determined to save her personal utopia from the invasion of Bram's makeshift army.

Susanna has no use for aggravating men; Bram has sworn off interfering women. The scene is set for an epic battle... but who can be named the winner when both have so much to lose?

Review


“The question is, Miss Finch . . . what are you doing in this village?”
“I’ve been trying to explain it to you. We have a community of ladies here in Spindle Cove, and we support one another with friendship, intellectual stimulation, and healthful living.”
“No, no. I can see how this might appeal to a mousy, awkward chit with no prospects for something better. But what are you doing here?”
Perplexed, she turned her gloved hands palms-up. “Living happily.”
“Really,” he said, giving her a skeptical look. Even his horse snorted in seeming disbelief. “A woman like you.”
She bristled. Just what kind of woman did he think she was?
“If you think yourself content with no man in your life, Miss Finch, that only proves one thing.” In a swift motion, he pulled himself into the saddle. His next words were spoken down at her, making her feel small and patronized. “You’ve been meeting all the wrong men.” 
Seri pertama dari Spindle Cove ini membuatku penasaran dengan excerpt seperti di atas. Dari awal novel ini sudah menjanjikan hot romance between the characters. Tessa Dare selalu bisa membuat karakter yang lovable dan tentunya bisa membuat pembacanya tersenyum atau ketawa-ketawa karena percakapan karakter-karakter tersebut.

Victor Bramwell datang ke Spindle Cove (atau Spinster Cove menurut Collin) untuk menemui Lewis Finch, yang tak lain adalah ayah dari Susanna Jane Finch, dengan tujuan meminta rekomendasi agar dirinya dapat kembali menjadi tentara setelah sebuah peluru membuat dirinya pincang. Apa yang didapatinya adalah ia diangkat menjadi Earl of Rycliff dan bertanggung jawab terhadap masyarakat yang ada di sana. Misi pertamanya adalah membangun militia.

Sayangnya apa yang dilakukannya tidak disetujui oleh Susanna, bagi wanita itu, apa yang dilakukan oleh Victor dapat menghancurkan apa yang telah dibangunnya. Walaupun begitu, ia tetap membantu Bram untuk mendapatkan apa yang pria itu inginkan selama apa yang dilakukannya tidak membahayakan komunitas Spindle Cove. Dan Bram tidak hanya menginginkan dirinya kembali berperang, ia juga menginginkan Susanna menjadi miliknya, menyerahkan dirinya pada Bram, memercayai pria itu seutuhnya.

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, karakter Victor dan Susanna sangat lovable, dan percakapan kocak keduanya dipastikan dapat membuat pembacanya tertawa atau at least senyum-senyum lah :)

Bahkan Collin yang bisa dibilang pengacau dalam buku ini, merupakan pria yang bener-bener bikin aku pengen jitak karena punya sejuta ide yang bikin kesal sebenarnya. Hehehehehe...

Oh ya, the story is quite explicit for the hot scenes. Siapa sih yang gak mau dipeluk dan digoda oleh pria seperti Bram? Waktu baca A Night to Surrender, siap-siap saja menyerah terhadap rayuan Bram dan membuat hati ini berdebar-debar karena mengantisipasi apalagi yang akan ia lakukan untuk mendapatkan Susanna ;)

By the way, di sini aku baru tahu bahwa bila ada wanita yang keras kepala atau sakit, maka mereka akan dibuat berdarah seakan-akan darah mereka memiliki racun yang harus dikeluarkan dan hal ini akan membuat mereka berubah. What kind of crazy era that time? Untungnya aku gak hidup di zaman seperti itu.


Verdict


Beware of your heart to surrender to Bram. Hahahahhaha... Suka sama karakternya, suka sama ceritanya, suka sama percakapannya. Namun, entah mengapa ending-nya agak kurang "nendang" buatku. But overall, I like it.
“No, Susanna, " he said. "I cannot love you just a little. If that's what you want, you must find a different man." His green eyes were breathtaking in their intensity. His thumb brushed her bottom lip. "Because I can only love you entirely. With everything I am, and everything I ever will be. Body, mind, heart, soul.” 
Gak sabar pengen baca buku keduanya. Sedang dalam proses pengiriman sih. Tadi baca excerpt bab satunya, berasa awalnya mirip dengan Devil in Winter punya Lisa Kleypas. Karakteristik wanita dan prianya mirip walaupun latar belakang mereka berbeda.

No comments:

Post a Comment