Marissa Meyer - Cinder [The Lunar Chronicles #1]

Cinder
series of The Lunar Chronicles #1
by Marissa Meyer
in 400 pages
published by Kindle
on January 2012
categorized in Young Adult
read on December 05-06, 2016
with overall rate ❤❤♡♡









Synopsis


Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl.

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai's, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.


Review


Bagi yang tidak menyukai CLIFFHANGER silakan menghindari buku ini karena ending-nya super ngeselin. Kecuali kamu punya buku lanjutannya, it's okay, you can continue to read :)

Sebenarnya Cinder ini sudah lama banget booming, tapi baru sekarang aku baca. Entah mengapa waktu itu aku gak ngikutin hype. Banyak yang bilang cerita ini bagus, bahkan masuk nominasi di Goodreads Readers Choice di tahun terbitnya.

Diambil dari cerita Cinderella, bukan sepatu kaca yang ditinggal, tapi kaki android. Yep, Linh Cinder adalah seorang cyborg, 36% manusia, 64% robot. Sebagai seorang mekanis handal, dia bertemu dengan Prince Kai, soon to be emperor, di booth-nya di New Beijing. Bagi yang mengharapkan adanya romance, kamu tak akan kecewa, di sini akan ada walaupun seiprit.

Dan seorang ibu tiri tetap ada dalam cerita ini, kalau gak ada, bukan Cinderella namanya. Adri, sang ibu tiri yang kejam, seperti cerita Cinderella, dia menyiksa Cinder dengan menyuruhnya bekerja dan melarangnya ke pesta dansa. Gara-gara Cinder berusaha memperbaiki barang Adri, adik tirinya, Peony, terkena lemutosis, sejenis penyakit yang menyebabkan kematian dan belum ditemukan obatnya.

Kedengkian Adri menyebabkan Cinder dijadikan volunteer untuk menemukan obat dari penyakit ini. Di sinilah Cinder bertemu dengan seorang dokter yang akan mengungkapkan siapa dirinya dan di sini pula sekali lagi ia bertemu dengan Prince Kai.

Seperempat buku, udah ketahuan banget Cinder itu sebenarnya siapa, dan aku mengakui bahwa Marissa Meyer membuat pembacanya penasaran apa yang akan dilakukan oleh Cinder. Mengapa Cinder bisa tidak kena plague yang mematikan itu, apa yang akan terjadi dengan Prince Kai, siapa sebenarnya para Lunar itu dan apa yang diinginkan mereka, bagaimana Commonwealth (kayak nama bank) terbentuk, dan sebagainya.


Verdict


Overall, I quite enjoy the story, yang aku sayangkan adalah terlalu banyak yang terkuak di buku pertama ini dan kurang detailnya penggambaran tentang Commonwealth, IMO. Mungkin karena buku pertama kali ya, jadi semua karakter dimasukkan semua dan detailnya akan ada di berikutnya. I hope so :)

PS: Because I love romance, I really love this scene:
Kai tilted his head, peering at her as if he could see right through to the metal plate in her head..."I think you should go to the ball with me."
She clutched her fingers..."Stars," she muttered. "Didn't you already asked me that?"
"I'm hoping for a more favorable answer this time and I seem to be getting more desperate by the minute."
"How charming."
Kai's lips twitched. "Please?"
"Why?"
"Why not?"
"I mean, why me?"
Kai hooked his thumbs on his pockets. "So if my escape hover breaks down, I'll have someone to fix it?” 


No comments:

Post a Comment