Lisa Kleypas - Blue-Eyed Devil [The Travises #2]

Judul : Blue-Eyed Devil
Sub Judul : -
Seri : The Travises #2
Penulis : Lisa Kleypas
Halaman : 328
Genre : Contemporary Romance

Penerbit : St. Martin Press
Tanggal Terbit : Maret 2009
Harga :
Translator : -
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 17-18 Juli 2016





His name is Hardy Cates. He’s a self-made millionaire who comes from the wrong side of the tracks. He’s made enemies in the rough-and-tumble ride to the top of Houston’s oil industry. He’s got hot blood in his veins. And vengeance on his mind.
She’s Haven Travis. Despite her family’s money, she refuses to set out on the path they’ve chosen for her. But when Haven marries a man her family disapproves of, her life is set on a new and dangerous course.

Two years have gone by. Now Haven has come home. This time, she is determined to guard her heart. And Hardy Cates, a family enemy, is the last person she needs darkening her door—or setting her soul on fire.
Yang udah baca Sugar Daddy dan terkecoh dengan sinopsisnya siapa sajakah selain aku? Heheheheheh.. Di sinopsis seri pertama Travises ini, pembacanya diarahkan ke hubungan Liberty dan Hardy, eh malah ternyata Liberty sama Gage, though I am also happy with this couple.

Bisa dibilang Hardy Cates adalah musuh keluarga Travises atas apa yang dia lakukan di buku sebelumnya. Makanya pria ini tak diundang di pernikahan Liberty dan Gage, walaupun pria ini berhasil menyusup masuk. Cheers to you, buddy. Di sinilah dia bertemu dengan Haven. Mengira bahwa tunangannya berada di ruang penyimpanan anggur, Haven mencium pria itu, dan oh ternyata... pria itu adalah sang iblis bermata biru.
“What you should really be sorry for," he continued, "is that for the rest of my life, I'll have to avoid wine cellars to keep from thinking about you."
"Why? Was kissing me that bad?"
A devil-solf whisper. "No sweetheart. It was that good.” 
Walaupun tergoda dengan Hardy, Haven tetap wanita yang setia dan ia kembali pada tunangannya dan menikah dengan pria itu. Dua tahun setelah pernikahannya, Haven memutuskan untuk bercerai. Pernikahannya yang buruk membuatnya tidak suka apabila disentuh oleh pria lain, bahkan keluarganya sendiri. Tapi Hardy pantang menyerah dan membiasakan wanita itu terhadap dirinya, bahkan Hardy terang-terangan apa yang diinginkannya dari Haven. LOL.
“Hardy! Hardy —” He had come for me. I nearly lost it then. In the wild torrent of relief and gratitude, there were at least a dozen things I wanted to tell him at once. But the first thing that came out was a fervent, “I'm so sorry I didn't have sex with you.”
I heard his low laugh. “I am too. But honey, there are a couple of maintenance guys with me who can hear every word we're saying.”
“I don't care,” I said desperately. “Get me out of here and I swear I'll sleep with you.” 
Well, karakter Haven di sini bisa dibilang kehidupannya tadinya seperti kebanyakan wanita kaya lainnya, punya kakak pria yang melindunginya (plus suka isengin waktu dia kecil). Pernikahannya yang berakhir buruk membuatnya menjadi lebih tough. Suka banget sama cara dia melewati itu semua dan berubah menjadi lebih baik.

Hardy di lain pihak bisa dilihat dari buku pertama, dia adalah negosiator ulung. Play to win. Agak amazed sih dengan cerita masa lalunya yang membentuk karakternya seperti sekarang. So, I am glad he end up with Haven. Semua insecurity dia dan keinginannya untuk melindungi orang lain menyebabkan ia menjadi pria idamanku. Hohohohoho....

Overall, aku lebih suka Blue-Eyed Devil dibandingkan Sugar Daddy. Lebih suka dengan perkembangan kedua karakter utamanya. Pengejaran Hardy kepada Haven yang membuat ber-kyaaaa~ I want this man toooooo....

P.S.: Yang mau baca seri ini, sebaiknya baca dari nomor satu ya :)

“I no longer believed in the idea of soul mates, or love at first sight. But I was beginning to believe that a very few times in your life, if you were lucky, you might meet someone who was exactly right for you. Not because he was perfect, or because you were, but because your combined flaws were arranged in a way that allowed two separate beings to hinge together.”


4 comments: