Sherrilyn Kenyon - Acheron [Dark-Hunter #14]

Judul : Acheron
Sub Judul : -
Seri : Dark-Hunter #14
Penulis : Sherrilyn Kenyon
Halaman : 728
Genre : Paranormal Romance

Penerbit : St. Martin Press
Tanggal Terbit : Agustus 2008
Harga : SGD 16.61
Translator : -
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 3-8 Juni 2016



Eleven thousand years ago a god was born. Cursed into the body of a human, Acheron spent a lifetime of shame. However, his human death unleashed an unspeakable horror that almost destroyed the earth. Then, brought back against his will, Acheron became the sole defender of mankind.

Only it was never that simple. For centuries, he has fought for our survival and hidden a past he’ll do anything to keep concealed. Until a lone woman who refuses to be intimidated by him threatens his very existence.

Now his survival, and ours, hinges on hers and old enemies reawaken and unite to kill them both.

War has never been more deadly... or more fun.
Ini logo Acheron, matahari dengan tiga petir. Keren ya. Simple but powerful :)
Review ini mengandung spoiler walaupun gak banyak :)

Dalam buku Acheron kali ini, Sherrilyn Kenyon membaginya dalam tiga bagian; kehidupan Acheron sebagai manusia, setelah dibangkitkan, dan saat ini sebagai pemimpin para Dark-Hunter.

Karena ramalan kakak-kakaknya, para Fate, Acheron dikirim ke dunia manusia oleh Apollymi karena ia tak ingin anaknya dibunuh. Lahir dari sang ratu Didymos, memiliki seorang saudara kembar bernama Styxx, dan kakak perempuan bernama Ryssa, Acheron tidak diakui sebagai anak karena kulit dan matanya yang berbeda dari anak manusia pada umumnya.
"Then he wil be called Acheron for the River of Woe. Like the river of the Underworld, his journey shall be dark, long and enduring.
He wil be able to give life and to take it.
He will walk through his life alone and abandoned—ever seeking kindness and ever finding cruelty.
His touch will bring death to many. Not even the gods themselves will be safe from his wrath."
Sepanjang hidupnya dia dihina, dikucilkan, disiksa. Hanya Ryssa yang peduli padanya. Bahkan ketika Acheron dikirim kepada Estes, pamannya, Ryssa lah yang menjemputnya.

Ketika aku membaca masa kecil sampai remaja Acheron, mungkin kalau aku jadi Ryssa, aku udah muntah-muntah atas apa yang dilakukan oleh keluarganya. Apakah zaman dulu memang seperti itu ya? Penyiksaan yang berdarah-darah adalah hal biasa. Dikurung dalam ruangan kecil juga hal yang biasa. Tapi Acheron tidak pantas diperlakukan seperti itu. Yang ia inginkan adalah kasih sayang. Aku juga berharap dia mati aja biar dia tidak mengalami penghinaan dan penyiksaan seperti binatang itu.

Bahkan ketika ia bertemu Artemis, aku tak menyangka bahwa dia juga memperlakukan Acheron seperti budak, walaupun aku tahu bahwa Artemis is a bitch... Yah, buku ini gak cocok buat kamu yang gak suka baca adegan berdarah-darah dan penyiksaan dimana-mana. Aku sampai berhenti di beberapa bab sebelum melanjutkan lagi. Kejam, sungguh.

Ketika Acheron mati, di saat inilah aku bersorak-sorai. Walaupun Apollymi adalah sang Destroyer, betapa bahagianya aku ketika dia menghukum semua dewa-dewi Atlantis. Aku mengakui bahwa cinta Apollymi ke Acheron sungguh indah dan luar biasa. Itu lah seorang ibu. Aku yakin ibu mana pun pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya serta melindunginya walaupun ia menderita.

Aku merasakan kelegaan ketika Acheron berada di Underworld dan di sinilah SK mulai menuliskan percakapan yang sarkastik dan lucu.
"Oh I feel them. Go near him and you'll have a nightmare. But he doesn't want anything. He's hurt, Hades. badly. All he wants is to be left alone."
"Yeah, right. Left alone here in my Underworld? Another god whose powers rival mine? Fuck that. They trump mine. How stupid would I be? You know there's a reason pantheons don't mix."
Dari sini aku mulai bernapas teratur. Tidak ada penyiksaan yang mengiris hati. Tapi... sekali lagi para Fate dan Artemis (God, I hate that bitch!) menjebaknya dan membangkitkannya, menjadikan Acheron dewa yang ditakuti oleh semua dewa-dewi.

Di bagian "Present", banyak adegan yang bikin aku terharu, sekaligus ketawa-ketawa, siapa lagi kalau bukan karena Simi.
“Who did you eat this time?"
"It wasn’t a who, akri. It was something that had hornies on its head like me. There were a bunch of them actually. All of them had hornies and they made a strange moo-moo sound."
Sumpah nih demon lucu banget, udah umur ribuan tahun tapi kelakuan kayak anak kecil banget. Setiap kali gak dibolehin makan aneh-aneh sama Acheron dan disuruh tinggal di Katoteros untuk melindunginya, pasti dia complain dengan imutnya.

Apalagi kalau udah menyangkut dewa-dewi, lebih sarkastik lagi si Simi.
“Oh, see then, the Simi is not in trouble. I just kill the Greek god and all’s fine."
"You can’t kill a Greek god, Simi. It’s not allowed."
"There you go again, akri, saying no to the Simi. Don’t eat that, Simi. Don’t kill that, Simi. Stay here, Simi. Go to Katoteros, Simi, and wait for me to call you. I don’t like being told no, akri.” 
Masih ingat Tory as in Soteria? Karakter yang sempat muncul di buku The Dream Hunter, saudara sepupu dari Geary. Dia lah yang menjadi karakter utama dari masa kini-nya Acheron. Pertemuan pertama mereka sangat berkesan karena Acheron bermaksud menyembunyikan Atlantis selamanya, dan itu ia lakukan dengan mempermalukan Tory di depan umum.

Pertemuan kedua mereka, Tory melemparkan palu ke Acheron. Di pertemuan berikutnya, Tory menyadari bahwa ia membutuhkan pria itu untuk menerjemahkan sebuah diary dengan tulisan Atlantean kuno, diary Ryssa yang memuat kehidupan manusia Acheron, masa lalu yang ingin disembunyikan pemimpin Dark-Hunter itu. Dan dimulailah kisah mereka.

Aku bersyukur dengan hadirnya Tory di kehidupan Acheron. Pria itu perlahan-lahan melunak dan mulai percaya pada seseorang lagi setelah semangat dan keluguannya dihancurkan di kehidupannya yang lalu.
“I didn’t even know he knew any mellow shit. Dear gods…is he ill? (Urian)
I don’t know. In nine thousand years, I’ve never seen him like this before. (Alexion)
I’m beginning to get scared. This has to be a sign of the Apocalypse. If he breaks out into Air Supply, I say we sneak up on him, drag him outside and beat the holy shit out of him. (Urian)” 
Walaupun setiap kali Tory ingin menyentuh hati pria itu, ia mengerti luka yang dialami Acheron pasti sangat dalam.
“It's easy to look at people and make quick judgments about them, their present and their past, but you'd be amazed at the pain and tears a single smile hides. What a person shows to the world is only one tiny facet of the iceberg hidden from sight. And more often then not, it's lined with cracks and scars that go all the way to the foundation of their soul.” 
Banyaklah quote yang sangat menyentuh di buku ini. Untungnya SK mengimbanginya dengan sarkasme para karakter di sekeliling Acheron, bikin aku geleng-geleng kepala deh pokoknya.

Dan di bagian menuju akhir cerita ini, aku puas. Semua orang mendapatkan karmanya masing-masing. Aku sekali lagi tersentuh dengan perbuatan Apollymi di bagian akhir. Sangat tersentuh dengan kesetiaan para Dark-Hunter terhadap Acheron.
“I know you all have families who love you so if you want to leave–. (Acheron)
We wouldn’t be here if we didn’t want to. You and Val fought to save my sister when no one else would have bothered. I haven’t forgotten it. (Vane)
And I haven’t forgotten what the Dark-Hunters did for me and Maggie. (Wren)
Yeah, we’re family. Psychotic, bizarre and a hodgepodge of personalities that should probably never be blended, but here we are. Now let’s go kick some ass. (Fury)”
Overall, di kehidupan masa lalu Acheron, itu sungguh-sungguh menyayat hati. Gak nyangka kehidupan pria paling penting ini seperti itu. Bersyukur karena dia menemukan seseorang yang dapat menjadi sandarannya sampai akhir, tidak memandang dirinya rendah, dan memujanya. Yah, Acheron memang pantas untuk disayangi. Hal yang aku sayangkan adalah cerita di "Present"-nya gitu doank, aku berharap ada sesuatu yang 'nendang' gitu :)
“You know, it’s amazing to me the wounds we carry for eternity. But what has fascinated me most these last few years is how the right person can heal them. I remember a wise man once said to me that everyone deserves to be loved. Even you. (Zarek)”


3 comments: