J.D. Robb - Divided in Death [In Death #18]

Judul : Divided in Death
Sub Judul : Terpisah dalam Kematian
Seri : In Death #18
Penulis : J. D. Robb
Halaman : 560
Genre : Suspense Romance

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : November 2013
Harga : Rp 54.400
Translator : -
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 29 November - 1 Desember 2015



Reva Ewing, mantan anggota Dinas Rahasia dan pakar keamanan untuk Roarke Enterprises, menjadi tersangka utama pembunuhan. Dia punya alasan yang tepat untuk membunuh suaminya, seniman ternama Blair Bissel. Pria itu bukan hanya memiliki afair, tetapi dia melakukannya dengan sahabat Reva.

Namun Letnan Eve Dallas, yang mengepalai penyelidikan, percaya Reva tak bersalah. Naluri Eve menyatakan bahwa TKP tampak terlalu sempurna, jawabannya terlalu jelas. Dan ketika menggali lebih jauh, Eve mendapati pembunuhan ini terkait dengan kelompok mata-mata pemerintah dan kelompok tekno-teroris yang berusaha menyebarkan virus komputer berbahaya.

Eve dan Roarke pun berpacu dengan waktu untuk menembus kelompok yang tak segan-segan membunuh orang-orang tak berdosa sebelum bahaya menyebar ke seluruh negeri.
Agak gak jelas itu maksudnya gambar apa. Mungkin hasil karya Blair Bissel kali ya. Dan sepertinya sang ilustrator bermaksud untuk membuat cover yang perspektif, mungkin aku yang jiwa seninya kurang karena aku gak bisa menangkap itu. Hahahhahaha..
Berhubung ini bacanya kapan review-nya kapan, tapi seingatku ada beberapa typo, walaupun kurang mengganggu sih..
Saking terlalu lamanya gak baca J.D. Robb sampai lupa cerita sebelum ini seperti apa. Hahahahha.. Yang jelas hubungan Peabody dan Eve masih tetap lucu walaupun keduanya kini sama-sama detektif.

Dalam Divided in Death ini bercerita mengenai salah satu karyawan Roarke yang dijadikan tersangka pembunuhan. Roarke yang sudah lama mengenal Reva Ewing, tidak memercayai bahwa wanita ini membunuh suaminya. Jadilah Roarke meminta tolong pada Eve untuk mengusut kasus ini.

Siapa sebenarnya Blair Bissel ini? Apakah pembunuhannya hanya karena kecemburuan semata? Mengapa memilih suami dari wanita yang bekerja pada Roarke Enterprise yang kebetulan saat ini sedang mengerjakan proyek top secret?

Dan ketika semua itu mengarah pada satu sumber di balik semua ini, Eve dan Roarke dihadapkan pada kenyataan masa lalu, sesuatu yang ingin dicari sekaligus dikubur dalam-dalam oleh Eve. Kenyataan yang membuat Roarke berang dan hubungannya dengan Eve semakin jauh dan menyakitkan.

Meminjam gambaran seseorang tentang karakter Roarke, "pria sempurna yang dapat menyelesaikan segala hal, hal ini membuatku bosan". Well, Roarke memang karakter yang kaya banget, pintar banget, sekaligus hebat di dalam maupun luar kamar. Hahahahahha... Yes, he is perfect character, tapi ketika berhubungan dengan Eve, dia menjadi pria biasa pada umumnya yang tergila-gila pada istrinya (lucky you, Eve!). Mungkin itu yang membuatku suka pada karakter pria Irlandia ini.

Ceritanya sendiri terkait kasus pembunuhan, sebenarnya aku sudah bisa menebak-nebak mulai dari mayat Blair yang hilang. Yang menarik dalam buku ini adalah latar belakang kasus ini sendiri, terkait siapa dalang semua ini dan ternyata berhubungan dengan masa lalu Eve.

Yang jelas, di buku ini, menurutku Eve beruntung memiliki sahabat seperti Mavis dan Peabody. Rekan kerja yang dapat diandalkan dan selalu mendukungnya. Suami yang mencintainya sepenuh hati sampai rela melakukan apapun untuknya. Pekerjaan yang

Overall, twist-nya menurutku bagus baik dari kasus Blair Bissel - Reva Ewing dan masa lalu Eve. Cekcok antara Eve dan Roarke membuat karakter ini down to earth, bahwa dalam pernikahan pasti ada pertentangan, tapi selama masih ada cinta, semua masalah apapun dapat terselesaikan :)


No comments:

Post a Comment