Kristan Higgins - All I Ever Wanted

Judul : All I Ever Wanted
Sub Judul : Segala yang Kuinginkan
Seri : -
Penulis : Kristan Higgins
Halaman : 520
Genre : Contemporary Romance

Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Oktober 2013
Harga :
Translator : Nur Aini
Editor : Agus Hadiyono
Proofreader : Dewi Harjono

Tipe buku : Mass Market Paperback
Status buku : punya
Periode baca : 07-19 Mei 2015



Merayakan ulang tahun ketiga puluh di rumah duka dan menerima kabar mantan pacar bertunangan, jelas momen paling berkesan bagi Callie Grey. Tapi buat apa sedih kalau Callie punya tekad besar untuk merebut kembali hati mantan pacar sekaligus bosnya itu. Mulai dari menonjol di tempat kerja, riang menghadapi semua perlakuan si bos, termasuk menjalin hubungan dengan pria lain untuk menimbulkan kecemburuan.

Dan di tengah perjuangan Callie, entah mengapa, selalu saja ia bertemu dengan Ian McFarland, dokter hewan yang baru. Ian menjadi incaran para wanita muda―termasuk Callie—karena pintar, mapan, dan tentu saja, lajang. Singkatnya, memenuhi segala syarat yang diinginkan Callie dari calon suami. Tapi, astaga, pria itu kaku dan sinis sekali! Mampukah Callie melembutkan hati sang dokter, atau tetap bertahan dengan lembaran baru?
Kalau ada yang menyadari, aku memindahkan bagian plot dan twist ke bagian atas karena untuk cover dan terjemahan mau aku bahas belakangan =P

Kristan Higgins adalah penulis baru untukku dan aku baru menyadari bahwa ternyata novel ini diterbitkan GPU di tahun 2013. Ya ampun, ternyata sudah 2 tahun buku ini terbit dan baru bulan lalu aku melirik buku ini untuk dibeli. Hahahahahah...

Callie Grey baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30 dan kemudian dihantam kenyataan bahwa bos yang sekaligus mantan pacarnya, memiliki seorang pacar. Padahal Callie masih menaruh hati pada pria itu. Dengan alasan memperpanjang SIM, pergilah Callie ke SAMSAT.

Hebatnya, Callie bercerita kepada kakaknya sambil menangis tersedu-sedu di tengah keramaian SAMSAT. Sampai ada seorang pria menegurnya karena curhatan wanita itu. Siapa sangka ternyata pria yang menegurnya adalah seorang dokter hewan yang menjadi incaran satu kota kecil tersebut.

Ian McFarland adalah tipe pria yang kaku, jarang beramah-tamah, tapi kalau sudah senyum, dapat melelehkan hati wanita yang beku. Tadinya Callie mau menggunakan Ian untuk membuat cemburu Mark, bosnya, dan yang terjadi malah perlahan-lahan Callie mulai tertarik kepada Ian.

Kalau kamu suka baca chicklit, kamu pasti menyukai All I Ever Wanted. Kalau kamu suka dengan alur yang lambat dan percakapan yang lucu garing, kamu juga pasti akan menyukai buku ini. Kalau kamu suka cerita bertemakan keluarga, kamu juga pasti suka karya Kristan Higgins satu ini.

Sayangnya, buku ini kurang sesuai dengan seleraku....

Buatku, Harlequin itu identik dengan alur yang cepat, fokus pada interaksi dua karakter utama pada buku, dan tentunya romance-nya terasa dari awal sampai akhir buku.

Di All I Ever Wanted, kedua karakter utama bertemu di bab awal, baru ketemu lagi setelah 1/3 buku. Romansa keduanya terjadi di 2/3 buku. Sisanya bercerita mengenai keseharian Callie, keluarga Callie, dan sahabat-sahabat wanita itu. Itu lah sebabnya aku bilang ceritanya lambat. Romansa Callie dan Ian saja baru terasa di halaman 400an awal. Jadi buku ini sedikit membuatku merasa bosan.

Walaupun begitu, aku suka karakter Callie yang menurut Ian "diare emosional" karena wanita satu ini gampang banget menumpahkan emosinya tanpa peduli dia berada dimana. Mulutnya yang sassy menjadi daya tarik karakter ini. Belum lagi keluarganya yang super unik dan membuatku geleng-geleng kepala.

Overall, yahhhh... aku cukup menikmati buku ini, terhibur dengan karakter Callie, agak sedikit kecewa dengan alur dan romansa antarkarakter utama. Tapi ini seleraku loh ya, belum tentu menurut yang lain begitu karena rating buku ini cukup tinggi di Goodreads :)

Aku merasa cover-nya kayak diambil dari foto prewedding orang Indonesia atau ada audisi foto model atau malah memang meminta dua orang model ini untuk berpose kemudian diambil dari pinggang ke bawah. Dan yap, aku kecewa dengan cover-nya walaupun anjingnya menggambarkan anjing milik Ian.

Seharusnya cover-nya itu cukup ada kursi goyang dan anjingnya, cukup. Sudah menggambarkan ceritanya. Kalau ada pria dan wanita yang duduk di atas kursi goyang itu lebih oke lagi sih. Mirip dengan cover asli dan sesuai banget sama isi cerita.
Aku kecewa. Lagi. Beberapa bagian terasa terjemahannya terlalu harafiah. Ada yang terkadang terasa dipaksakan. Aku bukannya ingin menjatuhkan penerjemah, editor, maupun proofreader, tapi aku berharap ke depannya, terjemahan lebih diperhatikan lagi, lebih kritis dalam memilih kata.

Berikut adalah beberapa kata atau kalimat yang menurutku mengganggu terjemahannya.

Berdengih (bahasa Indonesia), aku lupa halaman berapa, artinya tersengal-sengal. Jadi ceritanya si Freddie, adik Callie, tertawa berdengih. Kenapa gak tertawa terbahak-bahak atau tertawa sampai napasnya tersengal-sengal?

Asswipe
Diterjemahkan durjana (penjahat).
Aku sampai google arti kata durjana. Maafkanlah aku ini yang kosakata bahasa Indonesianya tidak banyak. Saranku sih lebih baik sekalian saja menggunakan pria brengsek.

Shit. Shit on shingle. Shit on rye.
Diterjemahkan menjadi "Sial. Rese. Sebal."
Sebenarnya semuanya artinya sama, sial. So, kenapa tidak tetap menggunakan kata tersebut saja. Biar saja berulang. Aku sih yang baca jadi merasa lebih enak. Kayak ada penekanan di tiap kata yang berulang. Sial. Sial. Sial.

Annie was right, I had to get over Mark. For months now, a stone had been sitting on my heart.
Diterjemahkan secara harafiah. Sebuah batu teronggok di hatiku (halaman 40). Aku beneran speechless di sini, langsung buka ebook versi aslinya.
FYI, a stone in my heart adalah sebuah idiom. Batu di hati artinya sesuatu yang membuat hati merasa berat atau dengan kata lain menjadi sedih. Sebaiknya diterjemahkan "Sudah berbulan-bulan sekarang, hal ini membuatku merasa sedih" atau gimanalah yang enak dan tersampaikan maksudnya.

Even if he'd felt like the one. Even if I'd always thought we'd end up together. Even if he still had a chain on my heart.
Diterjemahkan "Bahkan walaupun Mark sepertinya jodohku. Bahkan meskipun selama ini aku kira kami akan bersatu. Bahkan biarpun dia masih menjerat hatiku." (halaman 40)
Sumpah, aku terganggu banget sama terjemahan even if. Berasa repetitif yang gak penting. Kenapa gak pilih salah satu atau gunakan kata bahkan jika?
Bahkan jika ia terasa seperti jodohku. Bahkan jika aku selalu mengira kami akan bersatu. Bahkan jika ia masih menjerat hatiku.

Wow. Someone has an ego.
Diterjemahkan "Wow. Ada yang mangkak nih." (halaman 68)
Lagi-lagi aku mencari arti kata mangkak. Sebenarnya maksud dari kalimat di sini adalah seseorang ada yang sadar diri atau memiliki ego.





No comments:

Post a Comment