Susan Elizabeth Phillips - Match Me If You Can [Chicago Stars #6]

Judul : Match Me If You Can
Sub Judul : -
Seri : Chicago Stars #6
Penulis : Susan Elizabeth Phillips
Halaman : 388
Genre : Contemporary Romance

Penerbit : Avon Books
Tanggal Terbit : Agustus 2006
Harga : SGD 4
Translator : -
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 16 Maret 2015



Annabelle's endured dead-end jobs, a broken engagement... even her hair's a mess! But that's going to change now that she's taken over her late grandmother's matchmaking business. All Annabelle has to do is land the Windy City's hottest bachelor as her client, and she'll be the most sought-after matchmaker in town.

Why does the wealthy, driven, and gorgeous sports agent Heath Champion need a matchmaker, especially a red-haired screw-up like Annabelle Granger? True, she's entertaining, and she does have a certain quirky appeal. But Heath is searching for the ultimate symbol of success - the perfect wife. And to make an extraordinary match, he needs an extraordinary matchmaker, right?

Soon everyone in Chicago has a stake in the outcome, and a very big question: When the determined matchmaker promised she'd do anything to keep her star client happy... did she mean anything? If Annabelle isn't careful, she just might find herself going heart-to-heart with the toughest negotiator in town.

Suka sama cover-nya yang menggambarkan karakter Anabelle yang riang dan sassy. Belum lagi rambutnya yang keriting dan susah diatur. Aku suka background putih karena kelihatannya jadi lebih bersih aja gitu =P

This book is great! Aku gak nyangka aku bakal selesain dalam satu hari dengan perasaan yang berubah-ubah terhadap karakter di dalam bukunya. Susan Elizabeth Phillips tidak pernah mengecewakanku dalam setiap bukunya. Hahahhahaha...

Anabelle Granger, seorang wanita berumur 31 tahun, lajang, memutuskan untuk meneruskan usaha neneknya dalam bidang matchmaking. Targetnya kali ini untuk membantu keuangan Anabelle yang menipis adalah seorang pria yang dijuluki python.

Heath Champion tidak menyangka akan bertemu dengan wanita berambut merah yang keras kepala dan berusaha membujuk dirinya untuk ikut agensi matchmaking Perfect For You milik Anabelle. Hanya kekeraskepalaan wanita itulah akhirnya Heath setuju untuk dijodohkan. Bahkan Heath meminta Anabelle untuk mengatur kencannya pada keesokan harinya. Kini Heath memiliki dua agensi yang mengatur pencarian istrinya, Portia Powers dan Anabelle Granger.

Satu hari adalah waktu yang sangat singkat dan Anabelle harus mencari wanita yang cocok dengan kriteria sang python. Dua puluh menit, itu batas waktu kencan yang ditentukan oleh Heath. Mana ada kencan hanya 20 menit? Tapi untuk mewujudkan impiannya, Anabelle menyanggupinya. Tapi tak hanya itu, Heath meminta Anabelle untuk turut serta dalam proses perkenalan tersebut.

Kencan pertama meninggalkan kesan mendalam bagi Heath. Sayangnya wanita yang ditemuinya tidak mau melanjutkan kencan mereka. Kencan-kencan berikutnya, Heath tetap meminta Anabelle untuk turut serta dalam kencannya.
“I paid you five thousand instead and promised the balance only if you made the match. As it turns out, this is your lucky day because I've decided to write you the full check, whether the match comes from you or from Portia. As long as I have a wife and you've been part of the process, you'll get your money." He toasted her with his beer mug. "Congratulations."

She put down her fork. "Why would you do that?"

"Because it's efficient."

"Not as efficient as having Powers handle her own introductions. You're paying her a fortune to do exactly that."

"I'd rather have you."

Her pulse kicked. "Why?"

He gave her the melty smile he must have been practicing since the cradle, one that made her feel as though she was the only woman in the world. "Because you're easier to bully. Do we have a deal or not?"

"You don't want a matchmaker. You want a lackey."

"Semantics. My hours are erratic, and my schedule changes without warning. It'll be your job to cope with all that. You'll soothe ruffled feathers when I need to cancel at the last minute. You'll keep my dates company when I'm going to be late, entertain them if I have to take a call. If things are going well, you'll disappear. If not, you'll make the woman disappear. I told you before. I work hard at my job. I don't want to have to work hard at this, too."

"Basically, you expect me to find your bride, court her, and hand her over at the altar. Or do I have to come on the honeymoon, too?"

"Definitely not." He gave her a lazy smile. "I can take care of that all by myself.”
Dan tidak hanya sampai di situ, ketika Heath tahu Anabelle berteman baik dengan Phoebe (pemeran utama di buku It Had To Be You), Heath meminta tolong ke Anabelle untuk dapat berinteraksi dengan istri Dan Calebaw tersebut. Mereka sering ribut soalnya. Tapi sama-sama tertarik dengan para pemain dunia NFL.

Usaha Anabelle yang pertama membuatku tertawa sekaligus melting karena anak Molly yang memanggil Heath sebagai "Pwinz" (prince). Baca sendiri kenapa Pippi, anak Molly, memanggilnya begitu dan kenapa Heath trauma sama Pippi :P
Something brushed his leg, and he gazed down into the face of Pippi Tucker. The theme from Jaws raced through his head.
Seiring berjalannya setiap kencan dan usaha Heath memperbaiki hubungannya dengan Phoebe melalui Anabelle, kedua pemeran utama ini menjadi semakin dekat dan hubungan keduanya bukan lagi matchmaker - client. Dan ketika keduanya nyaris bercinta, Anabelle merasa apa yang mereka lakukan adalah salah.
“We’re only human.”
“One of us, anyway. The other’s a reptile.”
“Harsh, Annabelle. Very harsh.”
Pokoknya buku ini gak berhenti bikin aku senyum-senyum deh dari awal sampai akhir. Bahkan yang tadinya aku sebel sama Portia, aku jadi kasihan dan menyemangati wanita itu. Belum lagi keluarga Anabelle yang selalu kayak merendahkan dia. Pas Heath ketemu keluarga Anabelle dan SEP mendeskripsikan apa yang dilihat pria itu, aku jadi terharu. Hadeuuuhhh... Benar-benar dibikin muter 180 derajat deh.

Overall, I really like Match Me If You Can. Ringan, lucu, sweet, dan cukup mengaduk emosi juga. Hal yang aku sayangkan adalah kurang tergalinya masa lalu Heath. Selebihnya, aku acungin jempol. Heheheheheh....

Mungkin aku biased, tapi aku suka semua adegan dimana Anabelle bersikap sarkastik sama Heath. Dan semua adegan yang ada Pippi Tucker :')
"Why are you smiling?" his wife asked, with a smile of her own.
"Because you're perfect."
"No, I'm not," she laughed. "But I'm perfect for you."






2 comments:

  1. SEP kayaknya emang humoris ya phie. aku ngikutin fb dia dan statusnya suka bikin ketawa..

    gara-gara bikin top 5 author ama baca review ini aku jadi pengen reread semua buku SEP lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku cinta buku SEP.
      Hahahahahaha...
      Udah baca semua bukunya, mbak Ira? Aku lagi kumpulin pelan-pelan euy :)

      Delete