Sabrina Jeffries - Wed Him Before You Bed Him [School for Heiresses #6]

Judul : Wed Him Before You Bed Him
Sub Judul : Cintai Dia Sebelum Kaunikahi Dia
Seri : School for Heiresses #6
Penulis : Sabrina Jeffries
Halaman : 480
Genre : Historical Romance

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : Maret 2015
Harga : Rp 68.000,-
Translator : Ariyanti Eddy Tarman
Editor : Bayu Anangga

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 14-15 April 2015



“Cintai dia sebelum kaunikahi dia—sebesar dia mencintaimu.”
– Mrs. Charlotte Harris, Kepala Sekolah

Ketika berusia delapan belas tahun, Charlotte melakukan kesalahan yang mengubah jalan hidupnya. Ia menyakiti Lord Kirkwood melalui tindakan impulsif, yang menjatuhkan nama baik pria itu di mata masyarakat.

Bertahun-tahun kemudian, Lord Kirkwood kembali ke kehidupan Charlotte, menawarkan kisah cinta masa muda mereka yang belum selesai.

Namun, bisakah mereka bersatu kembali ketika rahasia terbesar Lord Kirkwood terbongkar? Bisakah mereka menyelamatkan Sekolah untuk Wanita Muda milik Mrs. Harris dari kehancuran? Ataukah rencana rahasia pembalasan dendam akan mengalahkan rasa cinta yang telah mereka simpan rapat-rapat?
Aku suka sama gambar GPU HisRom yang sekarang. Lebih soft dan gak terlihat photoshop. Sayangnya, warna rambutnya tidak sesuai. Karakter Charlotte berambut merah wortel, tapi di sini berwarna cokelat tua. Hftttt...

Serius banget nih terjemahan judul novelnya adalah Cintai Dia Sebelum Kau Nikahi Dia? Itu mah harusnya versi bahasa Inggrisnya Love Him Before You Wed Him. Suka bingung sih sama GPU kenapa maksa nerjemahin judul? Di satu sisi, ngerti sih gak mungkin nerjemahin jadi Nikahi Dia Sebelum Bercinta Dengannya. Bisa kena kasus langsung =P

Tapi bolehkan kalau terjemahan judulnya gak harus dari judul versi aslinya? Misalnya Cinta Lama Bersemi Kembali gitu? *iya, judulnya emang gak banget, sinetron abis*

Terus, tolong lah. Kau Nikahi kali, bukan Kaunikahi. Masa di judul aja udah typo?

Typo halaman 74 "...dan keahlian yang mencerabut napas Charlotte....", seharusnya mencabut.

Sisanya, menurut aku terjemahannya udah enak. Gak ada kalimat yang aneh atau membuatku harus baca berulang kali karena kurang paham.
Masih belum bisa move on dari terjemahan judul novel ini. Hahahahhahaha... Walaupun aku tahu kata-kata itu ada di dalam novel sebenarnya.

Charlotte Page sudah mengenal David, Lord Kirkwood, sejak mereka masih muda dan lugu, serta saling tertarik satu sama lain. Sayangnya karena sebuah kesalahpahaman membuat semuanya berantakan. Sebuah tindakan tergesa-gesa, menghancurkan nama seorang pria.

Delapan belas tahun telah berlalu sejak insiden surat kabar dan tiba-tiba pria yang seharusnya membencinya muncul di hadapan Charlotte. Pria yang telah menikah dengan anak didiknya ini memberi tahu tentang surat wasiat yang ditulis oleh mantan istrinya.

Tidak semudah itu Charlotte percaya bahwa Sarah meninggalkan wasiat untuk sekolah. Sifat istri Lord Kirkwood tidak seperti itu. Namun Kirkwood bersikeras bahwa Sarah memang menulisnya dan Krikwood akan memenuhi wasiat tersebut. Setelah mengecek keabsahan surat tersebut dan dinyatakan sah, Charlotte masih tetap bimbang.

Memang benar, Sarah tidak memberikan surat wasiat. Surat tersebut dibuat oleh Kirkwood. Alasannya adalah karena dalam kurun waktu 8 bulan, sekolah tersebut akan dikembalikan kepada sang pemilik sebenarnya, yaitu Pritchard. Yang diketahui oleh Charlotte, tempat itu adalah milik Sepupu Michael. Sedangkan Sepupu Michael itu adalah Kirkwood sendiri. Pusing kan?

Kirkwood berusaha agar Charlotte memindahkan sekolah itu dan kedekatan mereka kembali menyulut rasa yang dulu pernah ada (CLBK ceritanya). Dan ketika semuanya mulai berjalan mulus sesuai dengan harapan Kirkwood, tiba-tiba muncul dugaan bahwa Sarah meninggal karena dibunuh, bukan bunuh diri. Sialnya, Kirkwood menjadi tersangka utama.

Untuk membersihkan namanya, Kirkwood harus mengungkapkan jati dirinya yang artinya dia akan kehilangan hubungannya dengan Charlotte! Tentunya Kirkwood tidak menginginkan hal itu, apalagi Charlotte sudah ada dalam genggamannya.

Just like another historical romance dengan cerita sang pria menyamar atau sang wanita menyamar, pastinya penyamaran itu terungkap juga. Yang aku sayangkan adalah why oh why the revealing part always the same with others? So predictable. Agak sedikit kecewa sih.

Tapi, enemy to lover adalah salah satu cerita yang paling aku suka. Kenapa? Aku suka sama pertentangan batin mereka. Suka sama pertengkaran yang ujung-ujungnya antara berakhir dengan ciuman atau malah adegan 'panas'. Dan yah, cukup bikin blushing lah pertengkaran yang berujung manis di buku ini =P

Yang aku gak sangka di buku ini adalah karakter Charlotte. Berdasarkan surat-menyurat Charlotte-Michael di 5 buku sebelumnya, dalam bayanganku, Charlotte adalah wanita yang tegas dan pemalu. Ketika baca buku ini, well, she's hot! Wow aja gitu. Hahahhahhaha...

Overall, walaupun cara terungkapnya penyamaran David sangat dapat diprediksi, aku menikmati cerita Wed Him Before You Bed Him. Ditambah lagi ada misteri terkait pembunuh Sarah (walaupun udah ketebak juga sama aku). Suka dengan pertengkaran David dan Charlotte serta cara pria itu menunjukkan kepeduliannya pada apa yang dirasakan dan diinginkan oleh Charlotte :)



2 comments:

  1. Phie, memang ada kata cerabut sih..

    cerabut:
    v → tercerabut;
    tercerabut
    v 1 merosot; 2 terlepas;

    iya, kover2nya sekarnag lebih soft, ada kesan2 dreamy gimana gitu..
    hnya kadang mmg sudah bete kalau visualisasi kover tidak sesuai dengan deskripsi tokoh di dalam cerita, menghancurkan imajinasi para tokohnya saja >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya, mbak Dani? Abis gak biasa dengan kata itu. Tapi kalau dalam konteks kalimatnya, cocok gak sih kata mencerabut itu?

      Delete