Sabrina Jeffries - Let Sleeping Rogues Lie [School for Heiress #4]

Judul : Let Sleeping Rogues Lie
Sub Judul : Mengelabui Sang Viscount
Seri : School for Heiress #4
Penulis : Sabrina Jeffries
Halaman : 472
Genre : Historical Romance

Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Oktober 2014
Harga hadiah Secret Santa 2014
Translator : Martha Widjaja
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 13-14 Desember 2014



“Pria brengsek jarang bisa setia kepada satu wanita!” – Mrs. Charlotte Harris, Kepala Sekolah.

Madeline Prescott, selalu percaya bahwa perasaan tertarik adalah hal ilmiah yang mudah dikategorikan dan dikendalikan. Lalu ia bertemu dengan Anthony Dalton, Viscount Norcourt, yang tampan sekaligus liar.

Pria itu memberikan “pelajaran tentang pria brengsek” supaya para murid di Sekolah untuk Wanita Muda milik Mrs. Harris bisa belajar tentang cara menghindari lelaki tak bermoral.

Madeline tahu bahwa mempertaruhkan semuanya untuk gairah yang berkobar-kobar adalah perbuatan yang tidak masuk akal. Namun hal itu sangat menggoda...

Ewwww... Gak suka banget. Gak menggambarkan isi cerita. Mungkin gambar yang berhubungan dengan sekolah dan matematika lebih baik. Menggambarkan karakter wanitanya.

Ewwww... Gak suka banget sama cover-nya. Paling malas deh kalau cover itu ada gambar orang, terus gak sesuai dengan isi ceritanya. Apakah penerjemah sama designer cover tidak bekerja sama dalam menentukan cover? Mungkin bisa menggunaakan gambar persamaan matematika atau segala hal lainnya yang berhubungan dengan guru dan matematika. Huffftttt....

So far gak nemu kesalahan sih. Terjemahannya juga enak. Walaupun masih agak sedikit kaku :)

Merupakan khas SJ dengan membuat cerita dimana karakternya memiliki masalah dengan salah satu anggota keluarga yang menyakiti karakter tersebut atau berusaha menjatuhkan karakter utama. Biasanya sih karakter prianya yang mengalami.

Bercerita mengenai Madeline Prescott, seorang guru di Sekolah untuk Wanita Muda milik Mrs. Harris, yang berusaha membuktikan gas nitorogen dioksida itu tidak menyebabkan kematian seperti yang dituduhkan Sir Randolph kepada ayahnya.

Karena tuduhan tersebut, ayahnya menjadi tidak memiliki semangat hidup. Kemudian muncullah Anthony, keponakan Sir Randolph, yang bermaksud memasukkan keponakannya ke dalam sekolah Mrs. Harris.

Awalnya Mrs. Harris menolak karena dia tak pernah memasukkan murid di tengah-tengah semester. Ditambah lagi, Anthony memiliki reputasi sebagai pria amoral. Akhirnya Madeline membuat kesepakatan bahwa Anthony dapat mengajar di sekolah tersebut tentang mengenal pria-pria yang brengsek sembari kelakuan Anthony ditinjau oleh Mrs. Harris.

Sebenarnya Madeline memiliki tujuan dengan membantu Anthony, yaitu agar pria tersebut berutang budi padanya. Madeline ingin agar Anthony mengadakan pesta dan mengundang sang ahli kimia yang menulis penelitian tentang nitrogen dioksida dan menyelamatkan ayahnya.

Anthony mencurigai motif Madeline, namun demi keponakannya, dia rela melakukan apapun. Tapi itu bukan berarti Anthony tidak dapat menggoda dan  merayu wanita itu.
Standar HR walaupun menurutku buku keempat ini ceritanya lebih so-so dibandingkan 3 buku sebelumnya. Twist-nya bisa dibilang gak ada sih. Dari awal udah kebongkar semua. 

Interaksi Anthony dengan anak didik Madeline, mengundang senyum pastinya :)



Buku Let Sleeping Rogues Lie ini aku peroleh dari event Blogger Buku Indonesia, yaitu Secret Santa. Kini tiba saatnya untuk menebak siapa sih santaku yang baik hati ini :)

Dia adalah Asy-Syifaa Halimatu Sadiah dengan blog a, Greedy Bibliophile. Makasih yaaaa... Walaupun kita belum pernah kenalan secara resmi, seenggaknya buku dan BBI menyatukan kita :) 
Aku suka sama hadiahnya. Begitu tiba langsung aku baca. Hehehehehhe...

Thanks a lot, Santa!


8 comments:

  1. Santa mana Santa? Ah, jdi kangen baca hisrom lagi #kalapmenghabiskantimbunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga gitu baca HisRom jadi kangen lagi. Jadinya sekarang baca-baca HisRom lagi :)

      Delete
  2. Santanya sibuk sekolah keknya, wkwkwkw.
    BTW masalah cover, aku juga mikirnya gitu, apa designer ga minimal diskusi sama editornya ya. Tapi masalah ini ga cuma di Indonesia aja Phie, di luar sono juga banyak, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi cover luar masih enak dipandang, Ren. Hahahahahah... Bedanya itu doank :P

      Delete