J.D. Robb - Imitation in Death [In Death #17]

Judul : Imitation in Death
Sub Judul : Imitasi dalam Kematian
Seri : In Death #17
Penulis : J.D. Robb
Halaman : 600
Genre : Suspense Romance

Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Januari 2013
Harga : Rp 20.000,-
Translator :
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 10-11 Desember 2014

Pada musim panas 2059 seorang pembunuh membuat debutnya dengan memutilasi korban. Dia meninggalkan surat yang dialamatkan kepada Letnan Eve Dallas, memuji dan mengundang Eve berpartisipasi dalam permainan... lalu menandatanganinya dengan “Jack.”

Sekarang Eve memburu pembunuh berantai yang bertekad memberikan penghormatan kepada para pembunuh paling terkenal dan kejam dalam sejarah, dimulai dengan Jack the Ripper. Tapi siapakah korban berikutnya? Dan bisakah Eve menghentikannya sebelum sang pembunuh mengkhiri permainan dengan menjadikan Eve sebagai korban?

Tebel buangettttttt.. Itu yang aku sadari ketika membaca 1/4 bagian dari novel ini dan sudah mulai suntuk bacanya. Sepertinya aku sudah bisa membaca gaya cerita J.D. Robb. Dua korban utama pasti mati. Korban ketiga antara mati, sekarat, atau hidup karena keberuntungan (aka kegagalan pembunuh). Ketika pelaku akan melakukan aksi keempat, saat itu lah terungkap jati dirinya. Bener ga? Heheheheheheh...

Imitation in Death merupakan buku di seri In Death yang menurutku paling membosankan. Apa ya? Gak segreget di buku-buku sebelumnya dimana aku memeras otak buat nebak siapa pembunuhnya, di sini aku malah pengen disodorin aja siapa pembunuhnya. Pembunuhnya gak psycho, gak asik. Haahahhahah... Kapan ya J.D. Robb juga menuliskan pemikiran si pembunuh? Kayaknya lebih memacu adrenalin :P

Yang membuatku bertahan membaca buku ini adalah karakter pendukungnya justru. Roarke, misalnya. Tetap aja pria satu ini keren mampus. Interaksinya dengan Eve juga mengundang senyum. Latar belakang keluarganya membuat trenyuh sejak Purity in Death. Cintanya pada Eve bikin daydreaming kenapa ada cowok sesempurna ini :)

Ada juga Mavis yang lagi hamil tapi tetap lincah sampai bikin Eve pusing. Hahahahah... Tentunya Summerset yang baru saja balik dari liburan dan siap "perang" dengan Eve.

Oh, jangan lupakan McNab dan Peabody. Kedua karakter ini bisa dibilang yang paling menghibur dalam cerita. Peabody sedang dalam tahap tes menjadi detektif. Interaksi antara McNab dengan Peabody juga kocak dan tentu saja membuat kesal Eve.

Overall, aku menikmati ceritanya walaupun aku tak terlalu menikmati misteri pembunuhannya. Berharap di buku berikutnya lebih menarik, walaupun sama tebalnya. Hiks...

No comments:

Post a Comment