Sabrina Jeffries - The Pirate Lord [Lord Trilogy #1]

Judul : The Pirate Lord
Sub Judul : Surga Sang Bajak Laut
Seri : Lord Trilogy #1
Penulis : Sabrina Jeffries
Halaman : 512
Genre : Historical Romance

Penerbit : Dastan
Tanggal Terbit : Oktober 2012
Harga : Rp 20.000,-
Translator : Hindrina Perdhana Sari
Editor : Nur Asiah

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 22-23 April 2014

Miss Sara Wilis, adik tiri Earl of Blackmore, adalah seorang reformis keras kepala yang kerap membuat masalah. Masalah terbaru yang ditimbulkan Sara adalah ikut berlayar bersama kapal yang membawa para narapidana wanita ke New South Wales, Australia, dengan menyamar sebagai seorang guru. Namun di tengah perjalanan, kapal yang ditumpangi Sara ditawan oleh bajak laut yang dipimpin oleh Lord Perompak yang terkenal kekejamannya.

Kapten Gideon Horn, yang dikenal sebagai Lord Perompak, memiliki kebencian terhadap para bangsawan Inggris dan telah mengaramkan banyak kapal mereka. Kini ia dan awak kapalnya ingin menetap di sebuah pulau terpencil yang telah mereka temukan. Masalahnya, mereka membutuhkan para wanita untuk memulai kehidupan baru mereka. Dan cara apa yang lebih baik daripada mendapatkannya dari kapal tahanan penuh berisi wanita? Sayangnya, Gideon tidak memperhitungkan kehadiran Sara dan kepeduliannya terhadap wanita-wanita tersebut.

Gideon menawarkan Sara sebuah kesepakatan, yaitu memberikan setiap wanita waktu satu minggu untuk memutuskan pria mana yang akan mereka nikahi atau ia akan memilihkannya untuk mereka. Dan ini berlaku juga bagi Sara yang menolak tidak akan menikahi pria yang tidak dicintainya. Tetapi semuanya berubah ketika Sara semakin mengenal Gideon di balik topeng perompak yang kejam itu. Dan Gideon, di sisi lain, tidak bisa melawan ketertarikannya terhadap Sara walaupun ia juga tidak bisa mengatasi ketidaksukaannya pada status sosial wanita itu. Mampukah Gideon menghapuskan kebenciannya terhadap bangsawan Inggris dan menyembuhkan luka masa kecil yang terus menghantuinya? Dapatkah Sara menemukan kebahagiaan yang begitu berbeda dengan kehidupannya di Inggris?

Sinopsis di belakang bukunya panjang yak.... Gak bisa lebih disingkat apa ya? Oke, abaikan komentar gak penting yang ini :)

Memiliki seorang ibu yang reformis membentuk Sara seperti itu juga. Dia memperjuangkan hak-hak wanita tahanan, bahkan menemani mereka dalam perjalanan menuju "rumah" baru mereka. Sayangnya, di tengah laut, mereka bertemu dengan para perompak. Apalagi yang diinginkan perompak dengan kapal muatan penuh wanita?

Lord Perompak aka Gideon dan awak kapalnya ingin berhenti menjadi perompak. Mereka ingin menetap dan menemukan istri. Kapal penuh wanita itu adalah tiketnya untuk menemukan istri bagi para awaknya. Yang tak ia perhitungkan adalah pertemuannya dengan wanita keras kepala yang ingin ditaklukannya.

Jangan kira Sara takluk begitu saja di awal-awal dengan Gideon. Ternyata Sara ini cukup bermoral walaupun pertahanannya perlahan-lahan runtuh juga.  Tapi bukan berarti dia nurut sama Gideon, boro-boro, dia malah menentang pria itu kapan pun ia bisa. Bahkan dengan cerdiknya, dia membuat Gideon mengundur niatnya untuk menikahkan para wanita dengan awaknya.

The Pirate Lord menurutku merupakaan bacaan yang santai. Gak cocok buat kamu yang suka petualangan atau adegan yang seru-seru atau yang ada konflik gitu. Ceritanya bisa dibilang nyaris datar. Mulai dari pelayaran, pembajakan, menetap di utopia, kembali ke Inggris, dan terungkapnya kebenaran terkait siapa itu Gideon.

Yang membuatku suka dengan cerita ini hanya karena interaksi antara Sara dan Gideon yang lucu. Belum lagi karakter pendukung yang sama kocaknya. Aku kira Barnaby, salah satu awak Gideon, akan ada cerita sendiri. Ternyata tidak. Hehehehehehe...

Overall, cerita yang cukup aku nikmati sih. Cocok dibaca kalau kamu lagi pengen santai. Cerita berikutnya tentang kakak Sara, Jordan. Buku ketiga ini yang aku gak tahu siapa karakternya. Gak disebutin di buku ini >,<
Lord Trilogy series:
#1 The Pirate Lord
#2 The Forbidden Lord
#3 The Dangerous Lord

No comments:

Post a Comment