Julia Quinn - The Bridgerton's: Happily Ever After [Bridgertons #9.1-9.9]

Judul : The Bridgertons: Happily Ever After
Sub Judul : Bahagia Selamanya
Seri : Bridgertons #9.1-9.9
Penulis : Julia Quinn
Halaman : 392
Genre : Historical Romance

Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Februari 2014
Harga : Rp 38.500,-
Translator : Elliyanti Jacob Saleh
Editor : -

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 9-10 April 2014

Kadang akhir merupakan awal yang baru.

Pada suatu waktu, seorang pengarang menciptakan sebuah keluarga... Tapi mereka bukan keluarga biasa. Delapan saudara, ditambah ibu ambisius yang memegang peranan besar dalam perjodohan anak-anaknya. Mereka adalah keluarga Bridgerton: keluarga bangsawan yang istimewa. Melalui delapan novel bestseller, para pembaca tertawa, menangis, jatuh cinta, dan menginginkan lebih.

Lalu para pembaca bertanya kepada sang pengarang: Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Simon akhirnya membaca surat ayahnya? Apakah Francesca dan Michael menjadi orangtua? Siapakah yang memenangi pertandingan Pall Mall? Haruskah “tamat” menjadi akhir?

Akhirnya ada juga yang aku berikan bintang 5 setelah sekian lama :)

Membaca The Bridgertons: Happily Ever After ini membuatku ingin membaca kembali seri ini. Aku kangen dengan semua karakternya yang lucu, sweet, tough, dan romantis. Pasti aku akan re-read seri ini. Harus!

Epilogue kedua dari The Duke and I bercerita mengenai surat-surat ayah Simon yang tak pernah dibuka dan kini Simon membukanya untuk seseorang. Dan tentunya ada kejutan dari Daphne.

The Viscount Who Loved Me adalah salah satu dari epilogue kedua yang aku suka dari novel ini. Ngakak deh sama kelakuan Anthony dan Kate. Orang dewasa yang sangat kompetitif sehingga berperilaku seperti anak kecil. Hahahahahah...

Lalu ada epilog kedua An Offer from A Gentleman yang bercerita mengenai saudara tiri Sophie. Setiap orang tentunya berhak dengan akhir yang bahagia bukan?

Romancing Mr. Bridgerton yang membuatku kembali kangen dengan Colin. Ah pria satu ini memang tengil sekali. Pasangan yang pas dengan adiknya, Hyacinth, yang gak kalah cerdik. Di sini Penelope mengatakan kepada Eloise tentang rahasianya.

Anak tiri Eloise diceritakan dalam To Sir Phillip, with Love, merupakan cerita yang sweet. When He was Wicked yang berhasil membuatku berkaca-kaca tentang keinginan Fransesca memiliki anak. Dan dalam It's in His Kiss aku mengetahui bahwa Hyacinth tak pernah menyerah menemukan perhiasan di rumah Gareth :)

On The Way to A Wedding yang berhasil membuatku tercekat tangis ketika Lucy mengalami masalah ketika melahirkan anak kembarnya. Ya ampun, Gregory memiliki 10 anak! Gak kebayang deh tuh rumah ramainya kayak apa.

Dan yang terakhir, Violet in Bloom berhasil membuatku tersentuh dan terharu dengan perjuangan Violet. Cintanya kepada Edmund, suaminya, tak pernah padam. Seorang ibu yang tegar dan sempurna untuk semua anak-anaknya.

Overall, The Bridgertons: Happily Ever After adalah kisah penutup yang sempurna tentang keluarga ini. Aku tidak dapat meminta lebih untuk akhir yang bahagia seperti ini. Rasanya puas banget bacanya. Hehehehehehe... Julia Quinn akan selalu menjadi penulis favoritku :)

P.S.:
Di novel ini aku menemukan beberapa typo yang gak perlu aku sebutkan lah ya. Yang jelas agak mengganggu buatku.

Terus ada kalimat yang menurutku kurang enak bacanya:
"Sudah saatnya mulai berlari menuju dan berhenti berlari dari." ~h.150

Maksudnya nih kalimat bagaimana ya? Sumpah, gak enak banget bacanya. Berlari menuju apa? Berhenti berlari dari apa? Bisa gak sih gak diterjemahin secara harafiah tapi dicari kalimat enaknya? Hufftttt...
Bridgerton series:
https://www.goodreads.com/series/40393-bridgertons

3 comments:

  1. hi salam kenal ya
    mau tanya mksudnya dalam 1 novel ini ada bbrpa kisah yg diceritakan ya?
    thx ut resensinya

    ReplyDelete
  2. Haii,slam kenal phie..
    Sneng deh liat review2mu..
    Kdg kalo beli buku aku liat review mu dulu untuk rekomendasi.. 😄

    Aku baca seri tante julia quinn ini..
    Baca yg ceritanya simon..
    Well nth knpa aku gak selesai2 bacanya.. apa gak fokus,gak ngertilah..
    Candaan2nya emang fresh.. khas..
    Tp aku sring gak nyambung pas baca.. apa karna terjemahannya yg bikin belibet yah..
    Pengen bgt baca yg antony..
    Kyknya gokil si abang itu..

    Nanti kpn2 nyoba bc yg JQ lagi,ah 😀

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete