Lorraine Heath - To Marry An Heiress [Daughters of Fortune #2]

Judul : To Marry An Heiress
Sub Judul : Menikahi Sang Pewaris
Seri : Daughters of Fortune #2
Penulis : Lorraine Heath
Halaman : 424
Genre : Historical Romance

Penerbit : Dastan
Tanggal Terbit : Maret 2013
Harga : Rp 20.000,-
Translator : Vidi Arini Yulimar
Editor : Yudi Iswanto

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 25-29 Maret 2014

Devon Sheridan, seorang earl tampan dari London yang jatuh miskin, berniat menikahi seorang wanita kaya untuk menyelamatkan kondisi keuangan keluarganya. Devon akhirnya menjatuhkan pilihan pada seorang wanita Amerika bernama Georgina Pierce yang akan mewarisi kekayaan berlimpah dari ayahnya yang hampir meninggal.

Kontrak pernikahan pun dibuat antara Devon dan Mr. Pierce, ayah Georgina. Negosiasi tentang syarat-syarat pernikahan berhasil disepakati sehingga Devon yang berstatus duda itu akhirnya menikahi Georgina Pierce yang masih perawan.

Tak berapa lama kemudian Mr. Pierce meninggal. Devon mengira rencananya mendapatkan kekayaan dari warisan istrinya akan segera terwujud, tapi ternyata sesuatu yang sangat buruk terjadi. Masalah kematian istri pertamanya pun membuat pernikahannya dengan Georgina berjalan rumit. Apakah pernikahan mereka terus berlanjut atau hancur berantakan? Bagaimana nasib dua anak Devon dari pernikahan sebelumnya yang mulai menyukai ibu tiri mereka? Devon kini diharuskan memilih antara cinta, harta, keluarga, dan harga dirinya sebagai seorang bangsawan...

Aku suka deh cerita kalau bangsawannya itu miskin dan mereka harus bekerja untuk memperoleh uang. Biasanya cerita bangsawan itu mereka palingan investasi dimana lah, terus uang datang dengan sendirinya. Tapi aku lebih suka cerita bangsawan kalau mereka bekerja dengan tangan mereka sendiri, bukan karena warisan.

Devon putus asa karena dia jatuh miskin. Dia setuju untuk menikahi Georgina demi mendapatkan uang dan menyelamatkan tanahnya. Awalnya Georgina ingin menolak Devon, tapi keterusterangan pria itu dan keinginannya sendiri untuk memiliki anak, membuatnya memutuskan untuk menerima lamaran Devon.

Pernikahan mereka berjalan dengan baik sampai sebuah kenyataan mengenai Mr. Pierce menghantam Devon. Pria itu tak dapat menyelamatkan tanahnya. Nyaris semua warisan dia jual untuk mendapatkan uang. Entah apa tanggapan masyarakat kelas atas ketika melihatnya berkeringat karena bekerja.

Devon sangat peduli terhadap tanggapan masyarakat. Georgina sebaliknya. Sebagai orang Amerika, dia tidak memedulikan adat-istiadat Inggris. Ketika mengetahui Devon bekerja menguras keringat demi menyelamatkan tanahnya, martabat pria itu di mata Georgina semakin meningkat. Ayahnya benar, Devon adalah pria yang baik dan peduli.

Tapi kepedulian pria itu terhadap penilaian masyarakat terhadap dirinya dan kenangan akan mantan istri Devon, membuat hati mereka semakin menjauh.

Aku suka Gina! Dia yang mematahkan semua kekakuan Devon akan tradisi Inggris. Dia juga yang membuat Devon mulai menghargai usahanya. Ihhh... paling benci sama mantan istri Devon. Bisa-bisanya ada wanita kayak gitu. Mati aja deh ke laut (padahal emang udah mati).

Aku bakal menghargai pria yang mau berusaha kerja untuk mendapatkan uang daripada pria yang cuma santai-santai karena memiliki banyak uang dari warisan. Terus kalau tuh uang habis, mau hidup dari mana coba? Manja banget pria kayak gitu. Emang uang dibawa sampai mati apa?

Menurutku yang disayangkan dari cerita ini adalah karakter Devon yang kurang berkembang. Aku sedikit berharap kalau pria itu tidak memedulikan tradisi Inggris. Ada sih beberapa hal yang dia lakukan yang di luar kebiasaannya. Tapi ya tetap saja berasa kaku.

Terus ya, pas Gina nikah sama Devon, bisa-bisanya nih pria gak kasih tahu kalau dia punya anak. Aku yang baca aja kaget, gimana Gina? Untung anak-anaknya lucu dan imut gitu. Sangat memuja ayahnya walaupun ayahnya kakunya setengah mati.

Ada kata-kata ayah Gina yang aku suka dari buku ini:
"Pria ini, suamimu, aku tahu dia tidak kaya, tapi hidup bukan hanya sekedar tentang kekayaan. Kekayaan bisa lepas dari tanganmu tanpa kau sadari. Tapi cinta, begitu kau menggenggamnya, cinta tidak akan pernah lepas"

Overall, aku sangat menikmati buku ini. Sudah lama gak baca cerita dimana prianya seorang bangsawan yang memperoleh uang dengan bekerja menggunakan kedua tangannya sendiri. 

Sebenarnya aku penasaran dengan Lauren. Masih ingat kan anak Elizabeth (dan putri tiri Christopher Ravenleigh) yang pakaian dalamnya diturunin sama Tom di buku Never Marry A Cowboy? Sepertinya cintanya masih belum mati terhadap Tom. Ada gak ya buku tentang mereka? Hmmm....

P.S.:
Aku menemukan duplikasi di halaman 109:
"... kau lebih peduli pada apa yang dipikirkan orang lain tentang sikapmu daripada pada perasaanmu."
Daughters of Fortune series:
#1 The Outlaw and The Lady
#2 To Marry An Heiress
#3 Love with A Scandalous Lord
#4 An Invitation to Seduction

4 comments:

  1. Wah, review-nya istimewa sekali. Bahasa yang digunakan mengalir dan mudah dipahami. Untuk keseluruhan, GOOD!

    ReplyDelete
  2. Ceritanya perjuangan banget ya? Emang sih yang cerita begini yang kadang bisa memotivasi..keren banget Devon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Devon-nya kerja gitu di ladang supaya bisa mendapatkan penghasilan untuk estatnya :)

      Delete