Sabrina Jeffries - Only A Duke Will Do [School for Heiresses #2] + Who's My Santa

Judul : Only A Duke Will Do
Sub Judul : Menawan Hati Sang Duke
Seri : School for Heiresses #2
Penulis : Sabrina Jeffries
Halaman : 504
Genre : Historical Romance

Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Desember 2013
Translator : Harisa Permatasari
Editor : Bayu Anangga
Harga : hadiah dari Santa

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 17-18 Desember 2013

“Kau tak bisa menghindar dari sang Duke selamanya, Louisa. Beritahu dia bahwa kau tidak tertarik, dan hentikan semua ini.”
— Mrs. Charlotte Harris, Kepala Sekolah

Louisa North tidak berniat menikah, terutama karena pernikahan bisa menghancurkan Perkumpulan Reformis Wanita, organisasi kontroversial yang dirintisnya. Jadi ketika Simon Tremaine, Duke of Foxmoor—cinta pertama yang Louisa usir dari Inggris tujuh tahun yang lalu—kembali dan bermaksud menikahinya, Louisa langsung curiga meski kesulitan menolak daya tarik Simon yang semakin menggoda.

Saat tujuan Simon yang sebenarnya terungkap, Louisa bersumpah untuk membuat pria itu membayar... dengan hatinya.

Kalau yang sudah baca seri Royal Brotherhood tentunya sudah mengenal kedua karakter utama di buku ini. Louisa adalah adik Drake dan Simon adalah adik Regina, istri Drake. Aku sendiri udah lupa cerita tentang Regina dan Drake. Hahahahha... Tapi aku ingat dengan jelas kalau Simon diasingkan ke India dan tujuh tahun kemudian, dia kembali....

Simon tak mengharapkan dia langsung bertemu dengan Louisa pada pesta pertamanya, tapi apa mau dikata kalau Raji membuatnya bertemu dengan wanita itu. Semakin cantik, semakin dewasa, dan tentunya semakin menarik di mata Simon ketika ia bertemu dengan wanita yang menyebabkan dirinya diasingkan itu. Keduanya masih teringat akan masa lalu, rasa bersalah, pengkhianatan, dan rasa mendamba masih tersisa di antara mereka.

Simon dengan ambisinya menjadi perdana menteri kembali diuji oleh sang raja. Kali ini sang raja memastikan Simon menjadi perdana menteri apabila pria itu menikahi Louisa dan menghentikan kegiatan reformis wanita itu. Dan sekali lagi, Simon menyetujui hal itu. Dia mendekati Louisa dan berusaha mendapatkan wanita itu.

Louisa tak ingin dikhianati kedua kalinya oleh Simon mempertanyakan sikap pria itu dan alasan mengapa pria itu mendekatinya. Akankah kejadian 7 tahun lalu terulang lagi? Apakah Simon benar-benar berubah? Apakah Louisa akan jatuh lagi ke dalam perangkap Simon?

Temukan jawabannya dalam novel ini. Hahahahahahha...

Pertama-tama bahas apa dulu ya? Cover deh. Aku jadi kurang sreg sama cover Historical Romance yang sekarang. Masih lebih suka yang zamannya Sabrina Jeffries seri Royal Brotherhood. Lebih menggambarkan isi buku. Yang sekarang seperti cuma sekedar gambar wanita yang ditempel. Belum lagi pakaian wanitanya modern banget. Setahuku zaman dulu tuh pakaiannya yang menggembung, berenda-renda, rambut dikeriting atau disanggul tinggi. Yang ini model wanitanya kayak mau ke pesta zaman sekarang.

Lalu aku juga masih menemukan beberapa salah ketik. Gak banyak sih, palingan dua atau tiga kata. Ya sudahlah. Mungkin miss juga. Wajar. Cuma berharap saja ke depannya tidak ada. Secara GPU gitu loh! Aku percaya kualitas terjemahan dan editing GPU masih bagus.

Terus, adegan yang mendebarkan alias adegan cumbu dan rayu lebih banyak daripada buku #1. Gak penting banget ya nih info? Hahahahhaha...

Saat membaca buku ini, aku antara benci dan suka sama Simon. Benci dengan cara dia mengendalikan Louisa, suka dengan cara dia memperlakukan wanita itu. Kontradiktif banget kan? Pokoknya Simon walaupun keras kepala, tapi dia perhatian. Dia hanya tak dapat memahami perasaannya sendiri. Emang harus ditendang dulu baru bisa berpikir.

Louisa sih gak nyebelin. Kadang kasihan sama dia, soalnya kena tipu mulu sama Simon. Aku jadi dia sih sakit hati banget. Dipermainkan oleh ayah dan orang yang dicintainya. Ck! Dan nih wanita tuh pemaaf banget. Ya ampun.... Aku sih langsung keluar aja dari rumah Simon daripada tinggal dengan pria kayak gitu. Tapi ya karena sudah cinta mau gimana lagi?

Harusnya judul nih novel Ambisi Sang Duke karena emang ambisinya si Simon berasa banget di buku ini. Ambisinya nyaris menghancurkan semuanya. Membuatnya melupakan apa yang paling penting di dunia ini sampai dia membaca surat pamannya, Tobias Hunt, kepada neneknya. Baru deh dia sadar. Aku yang baca surat itu juga jadi trenyuh. Ada cinta yang sedalam itu :')

Overall, memuaskan deh cerita ini. Aku penasaran cerita tentang Colin. Sayang gak ada bukunya sendiri, tapi dibuat sih cerita pendeknya. Judulnya Ten Reasons to Stay.
School for Heiresses series:
#1 Never Seduce A Scoundrel
#2 Only A Duke Will Do
#3 Beware of Scot's Revenge
#4 Let Sleeping Rogues Lie
#5 Don't Bargain with The Devil
#6 Wed Him Before You Bed Him




Bersama dengan review ini, mari kita menguak siapakah sang santaku yang oh-baik-hati-ini? Untuk yang mau tahu riddle-nya, silakan lihat di sini ya.

Dan berhubung aku kasihan sama santaku yang sepertinya berharap banget aku sebagai sang X mengalami kesulitan siapa dirinya, aku akan sebisa mungkin melakukannya. Mari kita mulai....

Awalnya aku mengalami kesulitan untuk..... menyusun puzzle-nya soalnya nyelip-nyelip di antara beberapa halaman. Belum lagi nyusunnya. Itu aja udah makan waktu kan ya?

Lalu sehalaman penuh tulisan sang Santa. Kubaca per kata untuk diresapi (sebenarnya bacanya cepat sih, cuma kasihan sama Santa supaya berkesan kesusahan nebak aja =P)

Total lama aku menebak sang Santa:
Puzzle: 30 detik
Tulisan Santa: 30 detik
Total : 1 menit

Lama kan ya? Yang lainnya begitu buka kadonya langsung tahu. Hwhwhwhwhw...

Menurutku, santaku ini adalah seorang tetua di BBI. Salah satu penasehat agung juga di BBI :)
Review yang ditulis olehnya sudah banyak masuk ke media tulis. Bahkan salah satu reviewer yang dipercaya oleh para penerbit untuk meresensi buku-buku yang mereka terbitkan. Bacaannya berat-berat booo... Buku bantal semua.

Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan
aka
aka
aka

Hahahahha.. Banyak ya nama sebutan beliau? Makasih ya Rahib buat bukunya. I will treasure it. Oh ya, tanganku selalu terbuka lebar menerima buku dari Rahib walaupun bukan dalam acara Secret Santa loh #kode.

Btw, nama dinastinya apa sih, Santa?



24 comments:

  1. Rahib nanya mulu apa Phie udah posting apa belum :)))

    Itu kavernya aku juga g suka, soalnya pake photostock. Dan yep, bener banget kalau baju maupun tatanan rambutnya terlalu modern

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah setting jam. Harusnya jam 9 pagi malah jam 9 malam setnya. Hahahahaha... Maapkan saya Santa =P

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih tau gak yaaaa?? Hahahhaha..
      Aku yakin pasti Rahib. Gaya tulisannya khas Rahib.
      Bandung pulak! Satu menit itu udah lama, Hib? Iya kan? Hwhwhwhw..

      Delete
    2. Rahib ini kenapa commentnya dihapus? *pura-pura nanya*

      Delete
  3. yakin amat phie? gak mau coba dipikirkan lagi semalam ini, siapa tau tebakannya salah .. wkwkwk

    ReplyDelete
  4. hahahaha kebayang rahib pas beli buku ini lucu kali yaaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia. Bagaimanakah tampang Rahib pas bayar? Hihihihi...

      Delete
  5. rahib nyamar kali ya pas beli buku ini? :D
    apakah mama rahib tahu? hihihi

    ReplyDelete
  6. Iyaaa...gambar ceweknya modern sekali. Tadinya kukira ini bukan hisrom.

    Aku juga ngebayangin gaya Rahib waktu beli ini buku. Apa sambil senyum-senyum jaim? Apa sambil bergaya seolah bukunya ini dibeli buat kado cucunya?
    Coba rahib cerita doong

    ReplyDelete
  7. Curious, rahib beli buku ini cmn dua atau satu aja ? Kali-kali ikutan bawa pulang dan baca hisrom :D
    Btw phie, seri ini ada kaitannya dengan Royal Brotherhood ?
    Aku lupa-lupa ingat tentang Drake, dia yang buku pertama ya.
    Seingatku memang karakter Simon tdk begitu bagus disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di buku #1, Mbak. Emang karakter dia di buku itu jadi jelek banget, tapi sebenarnya dia udah suka sih sama Louisa pas di akhir-akhir...

      Delete
  8. Jangan2 yang beli bukan rahib? Jangan2 dia nitip? Jangan2.... *huahahaha*

    Iya, itu hisrom model covernya gitu-gitu aja. Cewek2nya cantik. Berasa tempelan dengan gambar di belakangnya.

    ReplyDelete
  9. banyak yg bilang, kavernya terlalu modern untuk hisrom. Phie, waktu nebaknya lamaaa amat :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku hanya menyenangkan Santa aja sih, Lin. Biar berasa susah banget gitu nebak Santanya. Hahahhahaha...

      Delete
  10. ahag, kalo dapat dari rahib emang auranya lain yah Phie.. lamaa banget nebaknya.. *nyengir *menyenangkan Santa *curhat mantan X rahib

    ReplyDelete
  11. kovernya 'gagal' dari hisrom gramedia :((

    dinastinya harusnya Dinasti Tan :D #nebak

    ReplyDelete
  12. Dinasti Tang :D terus kan disuruh hilangin huruf akhirnya ya jadi Tan :D

    Papa smurf.. papa smurf.. kebayang deh beliau akan bertapa berbulan2 buat mikirin riddle SA tahun ini kalau diadain lg

    ReplyDelete
  13. Hehehe, komentar2nya di sini bikin aku ketawa-ketiwi dalam hati...

    Betul phie, aku yang jadi santa-mu, Beneran susah kan riddle-ku? wkwkwk
    jadi tanpa membaca petunjuk yang ada di novel Snow Flower itu kamu sudah bisa menebaknya ya... wah, aku memang terlalu cerewet bikin riddle jadi ketebak gaya bahasanya ya phie?

    Soal gimana aku beli buku itu? aku sih pe de aja, kan aku beli bukunya bareng sama buku yg lain jadi ya tenang2 aja sih, ketika aku sampai di kasir, mbak yang jaga kasir-nya hanya tersenyum manis padaku, ya aku balas dengan senyumku saja lagi... :))

    ReplyDelete
  14. oya phie, di riddle-ku kutulis kalau aku belum pernah bertemu denganmu, memang belum karena kan bukunya dan riddle-nya kubuat sebelum kita bertemu di IRF.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwhwhwhwhw... Iya, sudah kuduga begitu =P
      Makasih ya buat bukunya, Hib. Will treasure it!

      Delete
  15. ngahahaha nggak bisa ngebayangin gimana senyumnya mbak kasir :D

    duh lama banget nggak baca hisrom, nih, perlu pemanasan lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Sulissss... Aku udah lama banget gak baca hisrom. Ini lagi mau kembali membuka hisrom yang belum dibaca dan masih numpuk di lemari buku >,<

      Delete