Nora Roberts - Bed of Roses [Bride Quartet #2]

Judul : Bed of Roses
Seri : Bride Quartet #2
Penulis : Nora Roberts
Halaman : 315
Genre : Contemporary Romance

Penerbit : Jove
Tanggal Terbit : Mei 2012
Harga : SGD 9.24

Tipe buku : Mass market paperback
Status buku : Punya
Periode baca : 29 December 2013 - 01 Januari 2014

Wedding florist Emma Grant gets to play with flowers every day and work with her three best friends in the process. She couldn’t ask for a better job. And her love life seems to be thriving. Though men swarm around her, she still hasn’t found Mr. Right. And the last place she’s looking is right under her nose.

But that’s just where Jack Cooke is. He’s so close to the women of Vows that he’s practically family. Now though, the architect has begun to admit to himself that his feelings for Emma have developed into much more than friendship. And when Emma returns his passion—kiss for blistering kiss, they must trust in their history—and in their hearts…

All she wants is romance.

Mungkin itu yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang diinginkan oleh Emma. Btw, namanya dia keren deh, Emmaline. Entar kalau punya anak cewek, mau ah namain Emmaline *daydreaming*

Kembali ke Bed of Roses. Aku iri dengan persahabatan empat orang wanita cantik dan sukses ini. Selain keterikatan mereka, aku iri mereka bisa melakukan apa yang mereka suka dan menghasilkan uang pula. Pengen >,<

Ya ya, balik ke ceritanya, aku kebanyakan curhat entar =P

Apa yang diinginkan oleh Emma adalah pria yang mencintainya dan mengatakannya di taman diterangi sinar bulan dan dikelilingi bunga bermekaran dalam sebuah dansa waltz. Sederhana bukan? Kedengarannya begitu. Tapi tak ada yang sederhana ketika jatuh cinta dengan pria seperti Jack. Dan Emma tetap menginginkan apa yang dimiliki oleh ibu dan ayahnya.

"The little things, Emma. The gestures, the moments. And the big. I let him see my heart. I gave it to him, even when I believe he couldn't or wouldnt take it. I gave it anyway - a gift. Even if he broke it. I was very brave. Love is very brave."

Mereka berteman. Del, Jack, Mac, Emma, Laurel, dan Parker. Jadi agak gimana gitu kalau menjalin hubungan tapi mereka semua dekat. Gimana kalau putus? Kan jadi gak enak nanti persahabatan mereka. Apalagi Jack adalah sahabat Del.

Nah ketika Del mendengar Emma dan Jack menjalin hubungan, Del langsung menghantam Jack. Bukan karena Del cemburu, tapi Jack menjalani hubungan itu tanpa memberitahu Del. Nggak, Del gak gay, dia cuma sangat peduli kepada empat wanita yang sudah seperti adiknya dan Jack adalah sahabat karibnya. Wajar donk kalau dia gak mau Emma dan Jack diam-diam tanpa memberi tahu dirinya.

Tapi toh akhirnya Del setuju.

Jack dan Emma awalnya menekankan bahwa hubungan mereka jika tidak berhasil, mereka akan kembali berteman, no hard feelings. Tapi yang terjadi tidak semulus itu ketika yang Emma inginkan adalah semuanya dan Jack tidak dapat memberikan hal itu. Jack tidak siap.

Love can really screw you up before you figure out how to live with it.

Emma dan Mac itu tipe karakter yang berbeda banget ya. Aku baru nyadar loh di buku ini. Kirain mereka sama-sama berapi-api. Tapi ternyata Mac lebih berapi-api. Hahahahah... Emma lebih kalem, lebih praktis, lebih romantis. Tipe air banget.

Jack itu tipe tanah. Stabil. Praktis. Penopang. It's hard to not to fall in love with Jack. Pria satu ini memang menggoda banget. Tahu banget bagaimana cara menyenangkan wanita. Tahu cara membuat suasana yang romantis. Hmmmmm.... Yummie! Kenapa jadi ngomongin elemen ya? Hahahahha...

Walaupun begitu, Jack tetap mengesalkan. Banget. How could he do it to Emma?? Ishhhhh... Kesal banget loh pas Emma membuka hatinya ke Jack terus si Jack....... yah jangan spoiler deh. Entar gak seru bacanya, gak dapat rasa kesalnya. Hahhahahahaha....

Menurutku Bed of Roses ini alurnya lebih lambat daripada Vision in White. Mungkin karena kedua karakternya sama-sama tenang kali ya. Aku jadi lebih penasaran sama rangkaian bunganya si Emma. Oh ya, aku suka banget sama gaun pengantin yang dipakai di cover ini. Mauuuuuuu....

Ini beberapa gambar bunga yang aku suka yang pernah disebutkan jenisnya sama Emma:
Baby's Breath

Hydrangea

Overall, sweet story. Cocok baca pas lagi santai ditemani suara rintik hujan. Hahahhahaha.. Gak sabar baca cerita tentang Laurel dan Parker.

P.S.: Kapan ya novel kedua ini diterjemahkan oleh Gramedia? Aku yakin banyak penggemar Nora Roberts menunggu lanjutan terjemahan seri ini :)
Bride Quartet series:
#1 Vision in White
#2 Bed of Roses
#3 Savor The Moment
#4 Happy Ever After

No comments:

Post a Comment