Lorraine Heath - Texas Splendor [Texas Trilogy #3]

Judul : Texas Splendor
Sub Judul : Pengorbanan Demi Cinta
Penulis : Lorraine Heath
Penerbit : Dastan
Tanggal Terbit : Februari 2013
Halaman : 444
Dimensi : 110 x 180
Genre : Historical Romance

Setelah lima tahun dipenjara atas tuduhan kejahatan yang tidak pernah dilakukannya, Austin Leigh akhirnya bebas dan segera pulang untuk menikahi Becky Oliver, wanita yang sangat dicintainya. Tapi ternyata Becky telah menikah dengan orang lain.

Dalam kondisi sedih dan patah hati, Austin bertekad untuk membersihkan namanya dari tuduhan kejahatan membunuh Boyd McQueen, laki-laki yang pernah menjadi musuh besar keluarganya. Dalam perjalanan mencari sang pembunuh, Austin bertemu Loree Grant, seorang gadis muda yang trauma karena keluarganya dibunuh secara kejam. Pesona Loree mampu meluluhkan hati Austin, walau ia belum bisa melupakan cintanya pada Becky. Austin akhirnya menikahi Loree dan membawa gadis itu kembali ke Texas.

Sementara itu, Dallas Leigh, kakak Austin, turut membantu mencari sang pembunuh dengan menyewa seorang detektif. Hasil penyelidikan sang detektif ternyata berhubungan dengan rahasia yang diceritakan Loree tentang pembunuhan keluarganya. Saat misteri sang pembunuh hampir terungkap, timbullah masalah besar yang menguji cinta Austin dan Loree. Pengorbanan besar dibutuhkan untuk membuktikan ketulusan cinta mereka. Sanggupkah mereka bertahan? Apakah cinta mereka sepadan dengan pengorbanan yang mesti dilakukan? Dan apakah pembunuh Boyd McQueen yang sebenarnya akan terungkap?
Akhirnya sampai juga di buku terakhir dari Texas Trilogy, kali ini tentang Austin, si anak bungsu. Lorraine Heath (LHe) kali ini mematahkan hatiku berkali-kali bersama Austin. Rasanya pengen ngomel-ngomel karena si Austin nih sial banget kehidupan cintanya.

Lima tahun dipenjara demi menjaga kehormatan wanita yang dicintainya dan atas tuduhan karena telah membunuh pria (yang emang pantas untuk dibunuh). Udah dipenjara, pas Austin bebas, wanita yang dicintainya malah menikah. Dengan sahabat baiknya! Gila, itu rasanya langsung JLEB! Dikhianati oleh dua orang yang dikasihi *nangis bareng Austin*.

Untuk membersihkan namanya dan dibantu oleh ucapan keponakan tirinya, Austin berangkat ke kota Austin untuk menemukan pembunuh Boyd yang sebenarnya. Di tengah jalan, dia ketemu lah dengan Loree. Awalnya Austin mengira Loree ini seorang bocah laki-laki dan ketika Loree memakai celemek, barulah Austin sadar kalau dia adalah seorang wanita.

Austin secara blak-blakan mengatakan bahwa dia seorang pembunuh yang dipenjara. Loree percaya, tapi dia tak percaya Austin seorang pembunuh, tidak dengan mata biru itu. Austin menghabiskan beberapa hari bersama Loree, membantu wanita itu memusnahkan masa lalu tentang keluarga yang dibunuh oleh seorang pria.

Tersentuh akan sikap dan sentuhan Loree, Austin perlahan-lahan luluh. Dan satu malam, satu kebutuhan untuk dilindungi dan kehangatan, membuat mereka bersatu, membuat luka yang mungkin tak dapat sembuh, dan sebuah hasil yang harus dipertanggungjawabkan keduanya.

Hikkkkkssssss.... Beneran deh, baca cerita ini tuh rasanya hati tercabik-cabik dari awal sampai akhir *lebay*

Keren deh LHe bikin cerita di 3 buku ini. Semuanya bikin hati terasa sakit dan air mata menggenang *halah*.

Aku masih gak kebayang gimana sakitnya hati Austin ketika tahu sahabat baiknya menikah dengan wanita yang dicintainya. Bagaimana sakitnya Loree ketika tahu pria yang dicintainya mencintai wanita lain? Nih hati berasa nyut-nyutan selama baca.

Kalau untuk urusan karakter utama, gak usah ditanya deh. Aku angkat semua jempol milikku. Karakter Loree juga keren banget sebagai wanita. Berhati besar. Mengajarkan pria yang dicintainya untuk kembali memiliki mimpi. Karakter Austin juga bikin lumer banget, tipe pria yang membuat masa lalu hanya sebagai kenangan dan hidup di masa kini dengan apa yang dia miliki.

Plotnya sendiri mengalir dengan sangat baik. Dari awal aku udah mulai bisa menebak-nebak sih siapa yang membunuh Boyd sebenarnya. Bisa dibilang klimaksnya tuh di beberapa bagian. Ketika Loree dan Austin bertemu lagi dengan Becky, ketika pembunuh Boyd terungkap, dan ketika masa lalu Loree kembali ke permukaan.

Quote yang membuat hatiku trenyuh dan sakit:
"Don't stop loving me, Loree. You want me to learn what those little black bugs on those pieces of paper mean, I'll learn. You want me to play the violin from dawn until dusk, hell, I'll play till midnight, just don't stop loving me."
Perih ga sih hati ini? Heheheheh..

Terus ya, itu apa-apaan bagian epilogue? Bikin penasaran banget. Awas aja nih kalau LHe gak bikin cerita tentang Rawley! Trenyuh banget sama nih anak satu. Gak bisa memanggil Dallas sebagai 'Pa', tapi memperlakukan pria itu sebagai ayah dan Dee sebagai ibunya. Dia sayang banget sama adiknya dan sepupu-sepupunya. Dewasa banget di umurnya yang masih kecil.

Yang paling aku suka pas dia mengeluarkan satu permen sarsaparilla terus adiknya minta dan dia bilang dia cuma punya satu, terus dibagi dua sama dia. Ada juga yang dia cuma satu permen, tapi dia bagi 6 ke semua sepupu-sepupunya dan makan bagian paling kecil. Ya ampun, gimana gak luluh sih sama sikap seorang anak seperti itu.

Jadi, Ms. Lorraine Heath, aku memohon dengan amat sangat agar ada cerita tentang Rawley. Tentang Maggie juga, sepertinya bakal lucu.

Overall, Texas Splendor adalah penutup yang bagus banget. Keren banget banget banget... Kalau diurutkan, aku paling suka Texas Destiny (Texas Trilogy #1), kemudian Texas Splendor (Texas Trilogy #3), dan terakhir Texas Glory (Texas Trilogy #2). Tapi semuanya bagus, gak ada yang mengecewakan!
Texas Trilogy series:
#1 Texas Destiny
#2 Texas Glory
#3 Texas Splendor

No comments:

Post a Comment