LaVyrle Spencer - Separate Beds

Judul : Separate Beds
Sub Judul : Milikmu Seutuhnya
Penulis : LaVyrle Spencer
Penerbit : Gagas Media
Tanggal Terbit : Oktober 2012
Halaman : 586
Genre : Contemporary Romance


Semuanya dimulai pada suatu malam. Suatu malam yang tak terduga. Malam ketika dua orang dari dunia berbeda terikat untuk selamanya.

Clay Forrester adalah mahasiswa Jurusan Hukum yang tampan, sementara Catherine adalah mahasiswi serius dan kutu buku—dua orang yang tak mungkin bisa bersatu. Namun, malam itu adalah pengecualian. Di bawah temaram bulan dan bintang-bintang dan ditemani sebotol anggur, keduanya akhirnya menghabiskan sisa hari itu bersama.

Beberapa bulan setelahnya, Catherine mendapati dirinya hamil. Karena alasan nama baik keluarga, keduanya pun terpaksa menikah dan menjalani hidup baru sebagai pasangan suami-istri. Baik Clay maupun Catherine sama-sama tak menginginkan pernikahan ini.

Tapi yang keduanya baru sadari kemudian, suami-istri itu menyadari sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang dikenal dengan nama... cinta.


Oke, aku malas bikin cerita singkatnya (lagi!). Hahahahahaha...

Ceritanya bisa dibilang terbagi dua. Satu adalah bagian dimana Clay berusaha meyakinkan Catherine bahwa sebaiknya mereka menikah. Dua adalah bagian bagaimana mereka menjalani kehidupan pernikahan.

Beberapa orang mungkin tidak akan suka dengan buku ini karena ceritanya emang lambat banget. Tapi ya, emang khas LaVyrle Spencer (LS) membuat cerita yang bikin hati tuh rasanya berdenyut nyeri (bahasa apa ini??).

Aku gak bisa kesal sama kedua karakter utama di sini. Catherine yang tak tahu cara mencintai tapi ingin dicintai. Clay yang tahu arti dicintai tapi tak mau mencintai. Pusing kan? Sama. Intinya kedua karakter kita sebenarnya saling membutuhkan tapi tidak tahu bagaimana caranya menyatakan. Pokoknya karakternya menyebalkan, tapi aku gak bisa sebal sama mereka.

Plotnya emang lambat macam siput. Semua diceritain dari pernikahan sampai kehidupan mereka. Itu lah hebatnya LS, bikin karakternya down to earth banget sampai aku baca merasa bahwa semua orang yang nikah dengan kondisi seperti ini, mungkin kejadiannya bakal persis seperti cerita ini.

Dan bagian ending-nya terus terang aku gak bisa terima sih si Clay dengan gampangnya balik dan Catherine dengan gampangnya menerima kembali. Walaupun mereka saling cinta, emang Catherine gak merasa sakit hati apa? Tapi ya sudah lah, namanya juga novel :)

Tulisan LS di bagian awal membuka mataku sedikit mengenai masa itu. Kalau zaman sekarang, terutama di daerah barat sana, tindakan pengaman itu merupakan tanggung jawab pria dan wanita. Pria dengan menggunakan kondom dan wanita dengan menggunakan pil atau menghitung waktu subur. Zaman dulu, tindakan tersebut merupakan tanggung jawab pihak wanita. Kalau dipikir-pikir, gak adil banget ya kehidupan dulu :(

Oke, sekarang mengenai bukunya sendiri (di luar ceritanya). Aku suka banget sama cover-nya. Kreatif banget. Itu tempat tidurnya bisa dipisahkan (Separate Beds >> menggambarkan judul bukunya) dan ada gambar stroller bayi di dalamnya.

Aku masih kecewa dengan kualitas terjemahan, terutama untuk editor dan proofreadernya. Masih ada beberapa typo dan kalimat yang janggal. Ini dia yang paling parah:
"... hanya saja kali ini lebih buruk karena aku sedang baju renang, sudah siap untuk pergi ke danau...."
Lupa halaman berapa. Yang jelas pas adegan si Clay baca buku harian Catherine. Itu maksud kalimatnya apa coba? Duh... Kecewa berat lah karena masih menemukan hal-hal seperti itu di buku terjemahan gagas. Padahal udah 3 layer loh, penerjemah, editor, dan proofreader. Masa iya masih keselip juga? *sigh*

Overall, bagi yang suka baca beralur lambat tapi sweet, silakan baca buku ini. Oh ya, di sini tidak ada adegan ranjang ya. Jadi jangan harapkan adegan panas :)

7 comments:

  1. Aku 2 hati mbak , sumpah ~ baca ini tuh bawaanya mau molor mulu , lambat bat bat !
    butuh waktu bbrp minggu baru bs namatin nih buku , Hummingbird beli dr bbrp bulan yg lalu smpe skrng gak juga tamat .
    emng karakter Lavyrle bgt ya mbak buat alur selama itu .
    Ending nya kurang nendang sih , masa mrk baikan gitu aja -,,-

    Mbak aktip di fb gak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. LS emang alurnya lambat banget, Yu. Tapi aku suka sih sama penggambaran karakter dan chemistry yang dibangun pelan-pelan itu :)
      Emberrrr.. Aku juga sebal sih ama endingnya kok kayaknya gampang banget >,<
      Kalau aku udah kubikin mengemis-ngemis dulu si Clay. Sakit hati booo..

      LS yang paling aku suka itu Morning Glory. Bagus banget buatku. Sampe menitikkan air mata bacanya.

      Delete
    2. Lupa balas. Aku fb jarang aktif. Lebih sering aktif di goodreads =P

      Delete
  2. aku udh beli mbak , cuma belum dikirim ke rumah katna ketahan ama buku yg masih di PO-in ,
    baca review sana sini katanya emng bagus mbak , makanya penasaran padahal alur nya lambat juga yg aku denger .
    iya tuh , kalo aku sih mending tarik ukur aja biar Clay frustasi abis gampabg bgt sih rujuk nya padahal sebel liat dia dengan mudah balik ke pacar nya yg dulu setelah keluar dri rumah -,,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, alurnya emang lambat. LS gak ada yang alurnya cepet sepertinya.

      Delete
  3. Phie, emang ini hisrom ya? Baru tahu. Selama ini aku pikir kontemporer
    AKu udah ilfil duluan sama buku ini gegara penerbitnya Gagas X)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya, gara2 copas ga perhatiin >,<
      Makasih udah ingetin :)

      Yah... begitu lah kalau gagas. Ntah mengapa tetep tak berubah *sigh*

      Delete