Erich Segal - Love Story [Love Story #1]

Judul : Love Story
Seri : Love Story #1
Penulis : Erich Segal
Penerbit : Avon Books
Tanggal Terbit : Januari 2002
Halaman : 224
Dimensi : 110 x 180
Berat : -
Genre : Contemporary Romance

Oliver Barrett IV, a wealthy jock from a stuffy WASP family on his way to a Harvard degree and a career in law. Jenny Cavilleri, a sharp-tongued, working-class beauty studying music at Radcliffe.

Opposites in nearly every way, Oliver and Jenny are kindred spirits from vastly different worlds. Falling deeply and powerfully, their attraction to one another defies everything they have ever believed - as they share a passion far greater than anything they dreamed possible and explore the wonder of a love that must end too soon.

One of the most adored novels of our time, this is the book that defined a generation--a story of uncompromising devotion, of life as it really is and love that changes everything.

Adalah sebuah kesalahan membaca novel ini di kantor. Menjelang akhir, mataku makin berkaca-kaca. Untungnya gak ada yang liatin, malu juga kalo ada yang nanya "Kenapa loe nangis gitu?" Jadi, tidak disarankan membaca novel ini di depan orang banyak. I've warned you!Oh ya, review ini mengandung spoiler.
What can you say about a twenty-five-year-old girl who died?
That she was beautiful. And brilliant. That she loved Mozart and Bach. And the Beatles. And me.
 
Di bagian awal ini, aku udah ber-"ouch" and "aweee... so sweet". Aku tahu ceritanya gak bakal happy end. Tahu juga kalo ceritanya bakal bikin nangis (tapi tetep nekat bacanya di kantor >,<). Tahu kalo heroine-nya mati. But I looooovveeee Jenny!

Dua insan manusia muda jatuh cinta ketika bertemu di perpustakaan. Percakapan awal mereka aja udah bisa mengundang senyum.
"What the hell makes you smart?" I asked.
"I wouldn't go for coffee with you."
"Listen - I wouldn't ask you."
"That," she replied, "is what makes you stupid.”
Sejak saat itu mereka bisa dibilang pacaran. Pokoknya selama masa pacaaran, si Jenny bisa dibilang senang banget bikin Oliver kesal dan bersikap bodoh, sekaligus tergila-gila sama dia. Hahahahaha... Tapi percintaan mereka gak mulus ketika mereka memutuskan untuk menikah.

Orang tua Oliver yang tajir mampus itu gak setuju, secara Jenny adalah perempuan biasa. Tapi Oliver ngotot walaupun itu berarti ayahnya tidak akan memberikan sepeserpun pun kepada Oliver. Hidup pas-pasan, tapi bahagia. Salut abis sama Oliver dan Jenny.
'Hey, Oliver, did I tell you that I love you?' she said.
'No, Jen.'
'Why didn't you ask me?'
'I was afraid to, frankly.'
'Ask me now.'
'Do you love me, Jenny?'
She looked at me and wasn't being evasive when she answered:
'What do you think?'
'Yeah. I guess. Maybe.'
I kissed her neck.
'Oliver?'
'Yes?'
'I don't just love you . . .'
Oh, Christ, what was this?
'I love you very much, Oliver.'
Penyakit Jenny baru ketahuan pas mereka nanya ke dokter kenapa mereka belum menghasilkan anak. Terus terungkaplah di situ kalau Jenny kena leukimia. Kerasa abis dah tuh, kayak dunia si Oliver runtuh.
'And I want time,' she continued, 'which you can't give me.'
Dari sini udah pengen nangis, tapi ditahan-tahan. Udah mulai berkaca-kaca. Hidung udah mulai mengeluarkan cairan. Dan itu berlangsung sampai cerita berakhir. Hahahahahah...

Salut buat Erich Segal yang bisa membuat cerita sederhana tapi bisa mengaduk-aduk emosi. Quote dia yang paling terkenal dari buku ini adalah:
“Love means never having to say you're sorry.”
Itu adalah kata-kata yang diucapkan Jenny kepada Oliver dan Oliver kepada ayahnya. Sayangnya, aku kurang setuju dengan quote itu. Kenapa? Cinta itu harus bisa mengakui bahwa kita telah melakukan hal yang salah, kita sadari, kita akui kita salah, kita minta maaf, dan tidak mengulanginya lagi. Cinta bukan berarti kita gak perlu mengatakan maaf, tapi cinta itu harus bisa memaafkan =) Okay, just my two cents.

Overall, bagi yang mau baca cerita pendek dan nangis-nangis, kalian harus baca buku ini. Dijamin hati itu berasa perih banget. Baca Oliver's Story gak ya? Udah ngintip ending buku itu sih dannnnnn..... aku belum bisa menyiapkan hati, jadi ntar-ntar aja =P

As peri_hutan request ini dia foto dari film Love Story tahun 1970. Aku sendiri belum nonton sih. Wakkakaka...
Cover Love Story
Pertandingan hockey Oliver
Pas lagi belajar terus Oliver bilang bagaimana dia bisa belajar kalau yang ada dalam pikirannya adalah bercinta dengan Jenny
Bagian paling sedih nih pas Oliver meluk Jenny di rumah sakit
P.S.:
Caption dari gambar dari atas itu berdasarkan ke-sok-tahu-an aku sih. Hahahahaha.. Dikira-kira doank adegannya =P


Love Story series:
#1 Love Story
#2 Oliver's Story


Notes:
Novel ini aku baca dalam rangka tema baca bulanan bareng BBI yaitu novel yang diangkat ke layar lebar dan memenangkan Oscar. Novel ini memenangkan Best Original Score pada tahun 1970.

7 comments:

  1. coba ada gambar tentang filmnya phie, ak belum pernah liat versi filmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga belum pernah nonton filmnya

      Delete
    2. Udah aku masukin ya gambar pelemnya =)
      Aku juga lom pernah sih nonton filmnya. Taon 70-an, gambarnya aja udah jadul gila.. Wakakakak..

      Delete
  2. berapa kali nangis phie? Terus mau baca ulang gak #nglirikseseorangyggamaubacaulanggara2endingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca ulang tidak dalam jangka waktu dekat pastinya, 5 tahun lagi mungkin. Hahahahaha...
      Sesak banget baca ceritanya, Mas. Abis baca ini, langsung cari bacaan yang menghibur dan happy ending >,<

      Delete
  3. Jujur belum pernah baca bukunya...udah langka banget buat dicari. Cuma dulu aku pas smp pernah nonton filmnya sedih... terus suka banget ngejreng lagu love story pake gitar ^^

    ReplyDelete