Eloisa James - The Duke is Mine [Fairy Tales #3]

Judul :The Duke is Mine
Sub Judul : Duke Pilihan
Seri : Fairy Tales #3
Penulis : Eloisa James
Penerbit : GPU
Tanggal Terbit : Agustus 2012
Halaman : 444
Dimensi : 110 x 180
Berat : 210 gram
Genre : Historical Romance

Olivia Mayfield Lytton sudah dididik untuk menjadi seorang duchess sejak kecil karena ia ditunangkan dengan Rupert, calon Duke of Canterwick, oleh orangtuanya. Namun, semua didikannya itu sepertinya tidak berpengaruh bagi Olivia. Ia sering mengucapkan kata-kata kasar, lelucon vulgar, dan yang paling parah, Olivia suka cekikikan.

Tarquin Brook-Chatfield, Duke of Sconce, adalah seorang pria yang menghabiskan hidupnya di balik meja, berkutat dengan pekerjaannya sejak ditinggalkan oleh istri dan putranya. Kepergian mereka menimbulkan luka yang mendalam sehingga Quin mengubur semua emosinya dalam-dalam. Namun, Quin tetap membutuhkan keturunan, sehingga ibunya bertekad untuk mencari istri yang sempurna baginya. Calon yang diinginkan sang ibu adalah seorang lady yang anggun dan tidak terlalu emosional, sangat berlawanan dengan Olivia. Namun, pertemuan pertama mereka sudah membuat Quin terpesona kepada Olivia. Sedangkan Olivia yang selama ini tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang dianggapnya terlalu berlekuk, tidak pernah berharap kalau duke setampan Quin akan memperhatikannya.

Sanggupkah Olivia menyembuhkan luka hati Quin dan membuatnya merasakan berbagai emosi lagi? Bagaimanakah akhir pertunangan Olivia? Dan apakah Quin mampu menumbuhkan kepercayaan Olivia terhadap ketulusan cintanya?

Baru pertama kali aku dengar istilah "duchifikasi" di sini. Hahahahahaha...

Jadi ceritanya tuh Olivia ama Georgie ini kembar. Kedua orang tua mereka sangat tergila-gila dengan gelar duke. Makanya, kedua anaknya diajarin bagaimana menjadi seorang duchess yang baik. Olivia gagal total, dia suka berkata kasar, tidak peduli dengan tata krama, dia gemuk, dan suka cekikikan. Georgie di lain pihak merupakan duchess yang sempurna dan bentuk tubuhnya juga ramping.

Olivia sudah ditunangkan dengan Rupert, anak Duke of Canterwick. Alasan duke memilih Olivia adalah karena wanita itu pintar, bisa mengimbangi anaknya yang berotak puding. Heheheheheheh... Nah, Rupert mau pergi perang, jadi Olivia ditinggal deh sampai Rupert kembali.

Dowager Duchess of Sconce, mencari calon duchess untuk anaknya. Kebetulan dowager ini kenal sama Duke of Canterwick, si duke memberikan rekomendasi untuk Georgina. Jadilah Georgie dan Olivia berangkat menuju kediaman Duke of Sconce.

Siapa yang menyangka malam pertemuan mereka yang pertama memercikkan gairah? Dan sejak saat itu, Quin a.k.a Duke of Sconce tak bisa mengalihkan baik mata maupun tangannya dari Olivia. Olivia di lain pihak tak ingin menyakiti Georgie, Georgie juga menyatakan bahwa dia tertarik pada Quin. Mana mungkin Olivia mengkhianati adiknya? Olivia juga gak mungkin mengkhianati Rupert.

Yah, ceritanya udah pasti happy end sih. Dari sinopsis belakang buku juga udah ketahuan banget. Heheheheheh...

Mengangkat cerita The Princess and The Pea, Eloisa James memang berhasil mengolah cerita itu menjadi sebuat cerita historical romance. Tapi yang aku sayangkan di sini, EJ kurang mengolah emosi pembaca di buku kali ini. Dua buku sebelumnya benar-benar berhasil membuatku berkaca-kaca, The Duke is Mine malah membuat perasaanku datar.

Oke lah aku tersenyum-senyum membaca permainan kata Olivia, tapi gak ada perasaan teriris-iris seperti A Kiss at Midnight dan When Beauty Tamed The Beast. Seperti tiba-tiba mantra di dua buku sebelumnya menghilang. Padahal aku udah berharap bakal mengiris-iris lagi cerita kali ini.

Romansanya pun terkesan agak datar, walaupun aku menyukai kejujuran kedua karakter utama kita di sini. Entahlah, aku tipe pembaca yang suka jika karakter cowok yang mengejar-ngejar si cewek sampai jatuh bangun. Di sini boro-boro jatuh bangun, malah lari jarak pendek bersama.

Walaupun sedikit kecewa, tapi aku menyukai keseluruhan ceritanya kok. Kali ini lebih sedikit karakternya (syukurlahhhh... gak perlu apalin nama-nama karakternya) sehingga ceritanya lebih fokus. Masa lalu Quin cukup menyakitkan tapi masih bisa diterima. Pertengkaran Olivia dan si dowager juga kocak. Persaudaraan Olivia dan Georgie juga patut diacungi jempol.

Overall, yahhhh... ceritanya menghibur sih, tapi aku berharap lebih seperti di buku pertama dan keduanya >,<


Fairy Tales series :
#1 A Kiss at Midnight
#2 When Beauty Tamed The Beast
#3 The Duke is Mine
#4 The Ugly Duchess
... on going ...

No comments:

Post a Comment