Eloisa James - When Beauty Tamed The Beast [Fairy Tales #2]

Judul : When Beauty Tamed The Beast
Sub Judul : Menaklukkan Sang Dokter
Seri : Fairy Tales #2
Penulis : Eloisa James
Penerbit : Dastan
Tanggal Terbit : Juni 2012
Halaman : 452
Dimensi : 110 x 180
Berat : 220 gram
Genre : Historical Romance


The Beast, Piers Yelverton, adalah seorang dokter handal dengan karakter yang penuh dengan kesinisan dan tutur kata tajam yang menyakitkan. Kali ini, dia menemukan tandingannya melalui tunangan yang dibawa oleh ayahnya dari London.

The Beauty, Linnet Thrynne, kecantikannya membuat para pria bertekuk lutut. Karena ulah sang Pangeran Augustus, dirinya dikucilkan dan digosipkan bahwa dirinya mengandung anak sang Pangeran. Hanya satu pria yang mempercayai hal sebaliknya. Tunangannya.

Keduanya bertemu ketika ayah Piers memboyong Linnet sebagai calon istri Piers. Dari awal, mereka saling meyakinkan bahwa mereka tidak mungkin menikah. Namun, perlahan-lahan rasa itu mulai muncul ketika mereka saling mengenal satu sama lain.

Cinta itu ada, namun masa lalu yang membayangi Piers membuat pria itu menarik diri dan meninggalkan Linnet...

Novel ini aku peroleh dari Sulis sebagai hadiah ulang tahun. Makasih ya, Sulis *smooch*

Karakter Beast yang sinis checked
Kecantikan Beauty checked
Perpustakaan yang besar checked (iya, ini perlu ditekankan.. haahahahaha..)
Penyekapan Beauty di tempat tinggal Beast checked
Ayah yang berutang kepada Beast unchecked
Peri yang mengubah Beast menjadi tampan unchecked

Pertama-tama, aku mau membahas mengenai bentuk fisik dan tulisan dari buku ini.
Cover. Kok Dastan agak gak konsisten ya? Buku #2 dan #3 menggunakan gambar pemandangan, sedangkan #1 ada modelnya. Sepertinya Dastan masih belum bisa menemukan cover yang bisa mencirikan mereka.

Sinopsis. Aku gak tahu siapa pembuat sinopsis di bagian belakang itu. Menarik sih. Cuma ada informasi kecil yang seharusnya tidak ditampilkan, yaitu Linnet Berry Thrynne. Berry itu bukan bagian dari nama sang heroine, melainkan panggilan dari Piers.

Penerjemahan. Mungkin ini hanya aku. Aku merasa terjemahannya kurang mengalir. Jadi, terkadang aku suka membaca ulang 1 paragraf untuk menangkap intinya.

Oke, sekarang mengenai ceritanya sendiri yang diangkat dari dongeng Beauty and The Beast. I LOVE IT!!!
Pengen kasih 5 hati, tapi berhubung cover dan isi yang menurutku kurang, jadinya aku kasih 4.5 hati saja.

Seri Fairy Tales, seperti yang aku bilang di review A Kiss at Midnight, seri ini akan menjadi seri terbaik Eloisa James (EJ). Emosi di buku ini benar-benar terasa, dan lagi-lagi makin menjelang akhir cerita, makin membuat hati teriris-iris. Mataku sampai berkaca-kaca bacanya.

Karakternya sendiri untuk Piers sejak awal mengingatkanku kepada drama seri kedokteran Dr. House di mana Piers-lah yang menjadi Dr. House. Sarkasmenya, kecerdasannya, kebenciannya terhadap sang ayah, serta ketimpangannya karena otot mati di bagian kaki melengkapi persamaan mereka.

Selain itu, aku suka cara EJ menggambarkan heroine dalam seri ini dengan karakter yang cerdas dan bermulut tajam. Tiap kali Linnet dan Piers saling melemparkan bisa ular, pasti akan membuatku tersenyum.

Oh ya, adegannya cukup hot di sini. Lebih hot dari buku pertama pastinya. Bisa bikin pipi memerah deh. Heheheheheh... #lebay

Overall, buku kedua ini lebih baik dari buku pertama. So, two thumbs up for EJ.


Fairy Tales series :
#1 A Kiss at Midnight
#2 When Beauty Tamed The Beast
#3 The Duke is Mine
#4 The Ugly Duchess
... on going ...


9 comments:

  1. wuahhhh udah selesai aja :D
    waktu baca sinopsis dan review di GR ak juga jadi kepengen baca, hehe, trus kamu bilang buku EJ terbaik, sebnernya ak kurang suka sama EJ, tapi rekomendasi mu bilang begitu ak jadi pengen nyoba baca ini :D

    semoga seneng yah sama bukunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sulis, beli aja yang buku ini. Dari yang dibilang orang-orang sih buku #2 ini yang paling bagus ^^
      Gak nyambung kok ceritanya, gak ada sangkut paut ama buku-buku sebelum dan sesudahnya..

      Delete
  2. setujuuuu... ini salah satu buku terbaik yang aku baca di 2011. tapi agak kurang suka sama buku lain dari seri ini sih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa, Rie?
      Aku baru baca buku #1 dan #2 sih. So far menurutku bagus. Belum lanjut lagi baca #3 =)
      Kurang sukanya kenapa?

      Delete
  3. beneran bagus nih sist? cz aku masih trauma sama EJ yg skandal menjelang natal... sampe skrang nangkring aja drak buku g aku baca lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, menurutku yang ini bagus..
      suka sama karakternya =)

      Delete
    2. btw, yang skandal menjelang natal gak sukanya kenapa?

      Delete
  4. klo ak baca buku2 EJ paling gak demen di bab2 awal ... pasti kata2nya rumit dan datar banget ..... di buku ini , dari pertengahan sampe akhir bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya di bab-bab awal banyak tuh nama karakter bermunculan dan bikin bingung sendiri. Tapi biasanya aku gak merhatiin benar-benar buat nama-nama itu. Lanjut baca terus. Hahahahahah..

      Yep, emang makin menuju akhir makin bagus. Bikin hati teriris-iris. Hhehehehehe..

      Delete