Julie James - Practice Makes Perfect

Judul : Practice Makes Perfect
Pengarang : Julie James
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tanggal Terbit : 2012
Halaman : 408
Berat : -
Dimensi : 110 x 180
Genre : Comtemporary Romance

Bertengkar dan saling melontarkan kata-kata sarkastis adalah hal yang dilakukan oleh dua pengacara ternama, JD dan Payton, selama 8 tahun. Entah apa yang memicu pertengkaran mereka awalnya. Yang jelas,  kapan pun dan di mana pun mereka berduaan, kalimat-kalimat yang berujung pertengkaran lah hasil akhirnya.

Satu bulan menjelang pengangkatan menjadi partner di firma hukum tersebut, bos mereka menjatuhkan sebuah misi di mana mereka harus bekerja sama melobi Jasper untuk masuk sebagai klien. Demi kursi partner, akhirnya mereka menekan ego masing-masing dan bekerja sama.
Sayangnya gencatan senjata itu hanya sesaat karena bos mereka berubah pikiran, bukan ada dua partner yang diangkat pada tahun itu tapi hanya satu. Kini, persaingan kembali tersulut di antara mereka untuk mendapatkan posisi itu.

Sebuah kesalahan tak sengaja yang dilakukan oleh Payton berujung pada aksi balas dendam JD dan begitu seterusnya sampai ketika mereka mulai mempertanyakan, mengapa mereka melakukan hal ini dan apa yang penting dalam hidup mereka....

Cerita lucu, simple, dan ringan lainnya karya Julie James (JJ) yang sangat menghibur. Aku mengakui bahwa aku nyaris tak meletakkan novel ini karena terlalu asik dengan percakapan antarkarakter.

JJ merupakan lulusan hukum sehingga dunia hukum bukanlah hal yang asing baginya. Aku suka karya JJ yang mengemas cerita hukum ke cerita yang menyenangkan. Plotnya sendiri sederhana dan mudah ditebak (kecuali bagian ending).

Pertengkaran JD dan Payton untuk mendapatkan posisi partner menurutku sedikit childish, tapi tetap saja menghibur. Ceritanya yang mengalir membuatku cukup kecewa karena berakhir dengan cepat.

Yah walaupun begitu, yang aku sayangkan kenapa romansa mereka gak terlalu terasa ya? Menurutku sendiri terkesan nyaris biasa-biasa saja. Dibandingkan Something About You, romansa kali ini terkesan datar. Bahkan percakapan lucunya pun tak membuatku tertawa seperti seri FBI, hanya membuatku tersenyum dan geleng-geleng kepala karena awal pertengkaran mereka untuk suatu hal yang seharusnya bukan jadi pemicu.

Tapi untungnya JJ menutup buku ini dengan ending yang cukup tak terduga dan sedikit membuatku merasa puas. Jelas ini bukan buku terakhir JJ yang bakal aku baca, justru ini baru buku kedua yang aku baca. Heheheheheh..

Yah, yang belum baca buku JJ, segera lah baca karena emang cerita seperti ini sedikit mengurangi stress dan menghibur kok =)

Ada satu hal yang menjadi catatanku untuk halaman 53, di bagian paling bawah ada tulisan "Lima", terus gak ada kelanjutannya. Maksudnya apa ya? Hmmmm..

Berikutnya, mari baca A Lot Like Love ^^

4 comments:

  1. Replies
    1. Ayo baca, Ky.. Yang seri FBI-nya wajib baca ya =P

      Delete
  2. aku suka JJ tapi yang ini cuma OK, ga gitu istimewa, lebih rame yang the sexiest man alive.

    phie, yg kristen ashley teh mau?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sexiest Man Alive blom baca >,<
      Tapi so far sih demen ama yang seri FBI.

      Mau banget, Dis ^^
      Kirim email y: saphire_sha@yahoo.com
      Thanks =*

      Delete