Tessa Dare - Three Nights with A Scoundrel [Stud Club #3]

Judul : Three Nights with A Scoundrel
Sub Judul : Malam-malam yang Tak Terlupakan
Seri : Stud Club #3
Penulis : Tessa Dare
Penerbit : GagasMedia
Tanggal Terbit : Maret 2012
Halaman : 384
Berat : -
Dimensi : 140 x 200
Genre : Historical Romance

Julian Bellamy merasa ini semua adalah salahnya. Kematian Leo menyebabkan Lily berduka, itu semua adalah salahnya. Oleh sebab itu dia harus mencari siapa pembunuh sahabat terbaiknya, pria yang menganggap dirinya teman dan keluarga.

Tapi Julian melakukan sebuah kesalahan lain saat dirinya terluka karena diserang banteng dan sedang dirawat oleh adik Leo. Dia mencium Lily! Bodoh sekali dirinya! Walaupun dirinya mencintai wanita itu, tidak seharusnya dia menodai persahabatannya. Tapi, masihkah mereka berteman setelah kematian Leo? Karena Leo lah yang menjembatani mereka.

Setelah kakak kembarnya meninggal, hanya Julian lah yang dimiliki Lily. Lily sebenarnya sejak lama telah menyimpan perasaan pada playboy satu ini. Lily tidak tahan jika dirinya harus terus-menerus khawatir akan keselamatan Julian karena pria itu mencari pembunuh kakaknya.

Oleh sebab itu, Lily meminta Julian untuk menemani dirinya ke tiga acara sosial. Dari situ lah Lily berusaha untuk merayu pria satu itu. Bahkan dia sampai mengatakan bahwa dirinya dapat "tidur" dengan Julian, jia dia telah  menikah dengan seorang pria terlebih dahulu.

Selama tiga acara sosial itu, Julian berkali-kali nyaris kehilangan kendali dirinya, merasakan api cemburu, dan yang paling membuat dirinya takut adalah nyaris mencelakai Lily. Tapi wanita itu tidak pantang mundur dan secara terang-terangan menyatakan perasaannya.  Bahkan ketika Julian telah menyakiti perasaan Lily dan menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, wanita itu tetap tidak mundur. Kendali diri apa lagi yang dimiliki Julian setelah semua itu?

Lily memberikan dua pilihan, jika Julian memang menyukai dirinya, dia harus melepaskan pencarian pembunuh Leo, jika tidak, Lily tidak ingin melihat Julian SELAMANYA. Manakah yang lebih penting, penebusan dosanya atau cintanya kepada Lily?


Pertama-tama, mari kita lihat cover asli (yang diterbitkan di luar) dari buku ini biar ada gambaran seperti apa Julian dan Lily:

Setelah menutup buku ini, aku mendesah. Buku ini benar-benar bagus! Buku dengan cerita terbaik dibandingkan dengan dua buku sebelumnya.

Masa lalu Julian benar-benar membentuk karakter pria itu. Luka, dendam, sakit hati semua bercampur jadi satu. Waktu mengetahui masa lalu Julian, rasanya ingin menangis sama Lily. Tanpa sadar mataku juga ikut berkaca-kaca.

Untuk karakter Lily, beneran deh... Aku acungin semua jempolku untuk karakter wanita satu ini. Dia kuat, walaupun telah ditolak berkali-kali, disakiti, dan dikecewakan oleh Julian. Tapi itu semua tidak membuatnya jatuh malah terus mengejar Julian dan semua itu membuahkan hasil.

Lalu mengenai cerita pembunuhan Leo itu benar-benar gak disangka. Ada sedikit rasa kecewa sih ketika mengetahui alasan pembunuhan itu, tapi cerita yang menyertai pembunuhan itu membuatku terperangah sekaligus tersentuh.

Epilogue cerita ini juga sempat membuatku bingung pada awalnya, siapa yang diceritakan para pria, awalnya aku mengira anak-anak mereka, tapi ternyata...... (silakan cari tahu sendiri dengan membaca buku ini, yang jelas benar-benar bikin aku pengen bilang "CAPE DEHHHHH")


Selain itu, pas bagian ending, Julian so sweet banget loh ama Lily. Melting dulu ya. Hahahahahahhaa...

Selama membaca, aku mengharapkan setidaknya si penulis melakukan kesalahan karena karakter wanitanya adalah seseorang yang tuli. Misalnya saja si Lily bisa mengetahui kata-kata Julian padahal pria itu berdiri di belakangnya atau saat Julian berada dalam kegelapan dan Lily bisa mengetahui apa yang dikatakan pria itu. Tapi tidak ada kesalahan sedikit pun yang aku temukan. Acungin jempol buat Tessa Dare.

Overall, buku penutup ini bagus banget. Nyaris sebagus seri Royal Brotherhood - One Night with A Prince (walaupun masih bagus Royal Brotherhood, benar-benar bikin aku menangis). Pokoknya kalau kamu belum baca, buku ketiga ini wajib baca deh. Gak nyesel. Heheheheheh..

Namun sayang, walaupun cerita ini bagus, aku mengurangi satu hati karena ada typo sana-sini. Yang aku tulis di bawah ini yang paling parah menurutku:
Ia tidak bisa mendeteksi langkah kaki atau suara untuk mengetahui apakah kedua pria itu pergi jauh atau justru menghampiri mereka. Ia bahkan tidak pria seperti apa mereka. ~h. 215
Kalimat pertama sebaiknya "pergi menjauh". Sedangkan kalimat kedua cukup memakan waktu untuk diolah. Setelah beberapa detik berpikir, baru ngeh kalo itu kurang kata tahu, jadi "Ia bahkan tidak tahu pria seperti apa mereka."

Lalu ada pemenggalan kata yang kurang tepat pada halaman 374 pada kata "membutuhkankanmu" dipisah menjadi "membutu-hknamu".

Sedangkan yang satu ini adalah yang paling sering aku temukan dalam terbitan GagasMedia. Aku kurang mengerti apakah si penerjemah sedang meleng dalam mengartikan kata tersebut dan editor kurang memperhatikan atau memang bahasa inggrisnya adalah seldom atau rare.
"Kalau begitu, jarang ceritakan pada istri-istri kalian juga." ~h. 375
Maksudnya adalah "jangan", tapi kenapa yang diketik adalah "jarang". Dari susunan kata berbeda, dari arti pun berbeda, bahkan letak huruf-huruf tersebut di keyboard pun jauh!

Semoga GagasMedia cepat memperbaiki hal tersebut, karena hal tersebut termasuk mengganggu loh.
Stud Club series:
#1 One Dance with A Duke
#2 Twice Tempted by A Rogue
#3 Three Nights with A Scoundrel

4 comments:

  1. Phie... review nya mewakili banget niyh ... soalnya aku lagi baca ini niyh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, mbak Rizka..
      met baca ya.. bagus loh ini buku ketiga..
      hehehehehe..

      Delete
  2. Emang gagas media itu kelemahannya pada translasi. Jadi males kalo mau baca/beli terjemahannya... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah lama loh dikomentarin soal typo ginian, tapi gak ada perubahan dari mereka..
      lama-lama keki juga, tapi buku yang mereka terbitkan rata-rata penulis yang bagus, Ky..
      jadi bimbang *halah*..

      Delete