Susan Elizabeth Phillips - Heaven, Texas [Chicago Stars #2]

Judul : Heaven, Texas
Sub Judul : Benci tapi Rindu
Seri : Chicago Stars #2
Penulis : Susan Elizabeth Phillips
Penerbit : GagasMedia
Tanggal Terbit : April 2012
Halaman : 552
Berat : -
Dimensi : 140 x 200
Genre : Contemporary Romance

Produsernya mengatakan bahwa pekerjaan ini mudah, bagi Grace Snow a.k.a Gracie, pekerjaan ini adalah neraka. Pria itu berkali-kali mencoba melarikan diri darinya. Apa sih susahnya bagi pemain football terkenal ini menjejakkan kakinya di atas tanah kelahirannya? Kalau memang pria itu tidak ingin, kenapa dia menandatangani kontrak menjadi pemain film?

Bobby Tom Denton a.k.a BT seorang receiver dari Chicago Stars yang terkenal. Namun karirnya terpaksa berakhir karena lututnya bermasalah. Dia menandatangani kontrak film itu karena dia ingin mencari sesuatu untuk dikerjakan dan mengalihkan perhatiannya.

Siapa sangka BT malah bertemu dengan "pendamping" yang begitu jelek karena berpenampilan seperti nenek-nenek tua dan begitu keras kepala untuk membawanya ke Heaven? Bahkan wanita itu sampai nyaris membahayakan nyawanya demi mencegah BT kabur.

Sesampainya di Heaven, BT langsung dikelilingi wanita yang menyodorkan diri. Untuk menghalangi hal tersebut, BT menyebutkan bahwa dia sudah bertunangan dengan Gracie. Namun dia harus melakoninya karena BT adalah bosnya. Bukan berarti BT bisa memerintahnya dengan seenaknya.

Setelah para wanita itu pergi, Gracie langsung meledak karena marah atas rencana BT. Tapi pertengkaran itu mengarah kepada sesuatu yang lain dan siapa juga yang menyangka ternyata di balik baju lusuh itu tersimpan tubuh seorang wanita yang menakjubkan?

Akhirnya Gracie setuju, dan untuk melanjutkan sandiwara tersebut, Gracie di-"make over". Seorang wanita yang kaku berubah menjadi wanita yang menggoda. BT nyaris tak dapat menahan tangannya jauh dari Gracie. Tapi BT tidak ingin hubungan mereka berdua lebih dari teman yang saling memuaskan, Gracie menginginkan lebih dan demi menjaga hatinya, Gracie memilih untuk menolak pesona pria itu...

I love the story! 
Suka banget dengan cara Susan Elizabeth Phillips (SEP) menceritakan kedua karakter utama di buku ini serta karakter-karakter lainnya. Benar-benar saling terhubung dan membangun emosi pembaca dengan baik.

Bobby tipe pria alpha yang selalu menyenangkan wanita di mana pun dan kapan pun. Selalu bisa membuat para wanita melakukan apa yang diinginkannya. Tapi tidak dengan Gracie.

Percakapan mereka kocak banget, ditambah lagi kekeraskepalaan Gracie atas perintah-perintah BT. Benar-benar bikin senyum-senyum dan ketawa sendiri deh.

Selain hubungan Bobby dengan Gracie, aku juga menyukai hubungan Bobby dan ibunya. Benar-benar contoh seorang anak yang sangat menyayangi ibunya dan seorang ibu yang sangat berhati besar dan menyayangi anaknya.

Plotnya sendiri ringan, jadi gak berasa udah habis dalam sehari. Selain cerita mengenai romansa Bobby dan Gracie, ada juga cerita Bobby dan kesulitannya bersama wanita-wanita yang mengejarnya, Bobby dan Jimbo yang memiliki dendam kesumat, Bobby dan Buddy (mantan sahabatnya), dan juga mengenai Suzy sendiri.

Pokoknya aku benar-benar suka dengan ceritanya. Endingnya so sweet banget!

Sebenarnya aku ingin memberikan lima hati karena aku sangat menyukai jalan cerita ini. Namun, typo di sana-sini sudah mengurangi setengah hati. Belum lagi pemilihan kata "esek-esek".
"Dan juga jangan terlalu lama karena jika aku mendengar ada esek-esek terjadi sebelum upacara, bayarannya sangat mahal." ~h. 506
Oh my God! Kenapa gak making love atau bercinta saja? Kan lebih enak. Itu sendiri mengurangi setengah hati. Pemilihan kata itu sangat penting dalam menyampaikan cerita. Heheheheheh..
Chicago Stars series:
#1 It Had to Be You
#2 Heaven, Texas
#3 Nobody's Baby But Mine
#4 Dream A Little Dream
#5 This Heart of Mine
#6 Match Me if You Can
#7 Natural Born Charmer

6 comments:

  1. huwah.. iya, kadang pemilihan kata itu bisa menjatuhkan rating juga ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget..
      duh, gagas tuh paling sering dah soal ginian..
      GREGETAN!!

      Delete
  2. e...sek-esek? apa ituuu??? kantong kresek? hwhw.
    wah, serinya puanjangggg. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak kok, cuma 7, Jes..
      Dibandingkan seri Virgin River - Robyn Carr, udah 15 lebih..
      hahahahaha..

      Delete
  3. again, nice review!

    penerjemah memang menetukan mood pembaca, makanya untuk novel asing lebih suka baca yg aslinya daripada terjemahan.
    tapi seneng banget gagas mau nerbitin SEP, buku2nya dijamin bagus (I'm big fan of SEP!).

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks again, Adis ^^
      bener, kalo boleh prefer sih emang mending dalam bahasa asli, tapi apa daya kosakata inggrisku masih kurang >,<
      tapi aku udah mulai memperbanyak buku-buku bahasa inggris (yang entah kapan mulai dibaca)

      ada satu karya SEP yang bagus yang judulnya "Ain't She Sweet?"
      aku belom baca, as soon as I have more spare time, I'll read it =)

      Delete