Karen Hawkins - To Scotland, With Love [MacLean Curse #2]

Judul : To Scotland with Love
Sub Judul : Mengejarmu Sampa Skotlandia
Seri : MacLean Curse #2
Penulis : Karen Hawkins
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Maret 2012
Berat : 250 gram
Halaman : 432
Dimensi : 110 x 180

Venetia Oglivie
Venetia Oglivie merasa dirinya sangat bodoh karena bisa dibodohi oleh pria naif yang sekarang terkurung di dalam penginapan bersamanya. Bagaimana dia bisa dengan mudahnya mempercayai Ravenscroft bahwa ibunya sakit dan mengapa pria itu harus memacu kudanya secepat ini? Padahal selama perjalanan, pria itu membuat pernyataan yang agak aneh tiap kali Venetia menyanyakan mengapa mereka berkereta dengan kecepatan tingkat tinggi.

Jika bukan karena salju yang melanda di bulan April ini, mungkin mereka tidak akan terjebak sekarang. Tapi dia juga harus berterima kasih karena hal tersebut menggagalkan rencana Ravenscroft "menculik"nya. Salju di bulan April, aneh bukan? Dan dirinya merinding membayangkan siapa penyebab salju ini.

Gregor MacLean
Gregor kesal karena ketidakstabilan emosinya menyebabkan salju turun cukup deras. Kesal juga karena Venetia begitu bodoh karena mau diculik oleh Ravenscroft, kesal juga karena dirinya sangat khawatir akan keselamatan wanita itu. Sesampainya di penginapan, Gregor berharap bisa menumpahkan kekesalannya, tapi yang dihadapinya justru kekesalan Venetia.

Terjebak bersama dengan berbagai pendatang di penginapan tersebut membuat Gregor nyaris meledak karena keikutcampuran Venetia akan orang lain. Mengapa wanita itu harus selalu turut campur kehidupan orang dan justru menjerumuskan dirinya sendiri. Kenapa pula dia tidak menyukai Ravenscroft yang berusaha membujuk Venetia menikahinya?

Cinta dapat berasal dari persahabatan dari kecil. Itu lah yang baru disadari oleh Gregor MacLean. Baru kini dirinya mendapati Venetia Oglivie menarik dan mereka sedang mengikuti gairah mereka. Ketika mereka telah melewati batas, apa yang dapat dilakukan Gregor ketika Venetia meminta agar mereka kembali menjadi sahabat lagi saat dirinya menginginkan lebih?

Can't keep my eyes open when I read this novel. Alurnya lambretttooooooo (lambat) banget. Banyak deskripsi yang aku lewatkan karena bosan. Kenapa Karen Hawkins harus menjelaskan secara terperinci hal yang seharusnya tidak perlu diperjelas?

Yang membuatku tetap membaca cerita ini adalah karena percakapan lucu antara Gregor dan Venetia. Keduanya sama-sama keras kepala dan sama-sama menginginkan satu sama lain. Yang satu mendesak, yang satu mundur.

Bagian yang paling aku suka adalah saat bagian akhir di rumah nenek Venetia. Banyak kejadian menarik di sana. Hehehehehehe..

Tapi, lagi-lagi endingnya kurang memuaskan. Overall ceritanya oke lah, aku masih lebih suka dengan buku pertama dibandingkan buku kedua ini. 

Happy Reading!

MacLean Curse series:
#1 How to Abduct A Highland Lord
#2 To Scotland, with Love
#3 To Catch A Highlander
#4 Sleepless in Scotland
#5 The Laird who Loved Me

6 comments:

  1. wah turun nih ratingnya? hwhw. yang ini tentang si kakak yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, tentang si kakak..
      ceritanya lambat banget, Jess.. Hadehhhh..

      Delete
  2. Wah, jelas interaksinya ttp menarik dan selucu yg pertama. Tapi alur lambat itu.. hehe. AKu masih blm baca juga sih yg pertama jadi ya.. *mikir lagi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pertama menghibur, yang kedua menghibur tapi dikittttt... hwhwhwhwhw..

      Delete
  3. ak belum baca seri pertamanya langsung baca seri kedua, entah kenapa ak nggak suka seri ini, kurang ngreget dan tokohnya punya kekuatan kan kalo marah? dan itu nggak tergali banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, sepertinya seri ini kurang greget..
      kekuatannya gak dibahas bener-bener..
      sayang emang..

      Delete