Sabrina Jeffries - After The Abduction [Swanlea Spinsters #3]

Judul : After The Abduction
Sub Judul : Pertemuan Kedua
Seri : Swanlea Spinsters #3
Penulis : Sabrina Jeffries
Penerbit : Dastan
Tanggal terbit : Januari 2012
Berat : 350 gram
Halaman : 524
Dimensi : 110 x 180
Genre : Historical Romance

Dua tahun yang lalu, Juliet Laverick telah diculik oleh Morgan Pryce, namun dikembalikan kepada keluarganya setelah Morgan memperoleh tanggal yang diperlukannya dari Crouch, pria yang yang memerintahkan agar dirinya diculik.

Berkat bantuan kakak iparnya, Juliet berhasil melacak jejak pria itu sampai ke Charnwood Hall. Bukan bertemu dengan Morgan, dia bertemu dengan Sebastian Blakely, saudara kembar Morgan. Walaupun pria itu mati-matian menyangkal dirinya menculik Juliet, tapi Juliet yakin, pria itu lah yang menculiknya.
Sekarang, bagaimana cara dia mencari bukti bahwa pria itu lah yang menculiknya?

Di lain pihak, Lord Templemore, alias Sebastian, tidak pernah menyangka Juliet akan menemukannya. Belum lagi, saat bertemu untuk kedua kalinya, dia malah ditinju oleh Griff, kakak ipar Juliet. Daripada nyawanya dan nyawa Morgan berada dalam bahaya, lebih baik Sebastian berbohong dengan mengatakan Morgan sudah mati.

Namun, kegigihan Juliet untuk membuktikan bahwa Sebastian lah penculiknya membuat Sebastian kelabakan dan makin sulit untuk memendam gairahnya terhadap wanita itu. Gairah yang tak kunjung padam walaupun dua tahun berlalu.

Sebenernya sebelum baca buku ini, aku sempat melihat-lihat di Goodreads banyak yang mengatakan bahwa ceritanya kurang menarik dan terlalu berbelit-belit. Jadi, aku agak sedikit menurunkan ekspektasiku terhadap karya Sabrina Jeffries satu ini.
Namun ternyata, setelah selesai membaca buku ini, aku merasa puas. Puas akan ceritanya, puas akan alurnya, puas dengan karakter-karakternya. Ingat, selera orang berbeda-beda =)

Dari segi karakter, aku suka dengan karakter Juliet yang keras kepala, bagaimana dia menolak rayuan Sebastian, bagaimana dia membuktikan bahwa pria itu lah penculiknya, bagaimana dia berusaha meyakinkan Sebastian agar pria itu mengakui semuanya di depan keluarganya.

Dari segi cerita, sebenarnya cerita ini bisa selesai dalam setengah buku jika Sebastian tidak sekeras kepala itu dan Juliet tidak mengeraskan hatinya. Tapi justru itu lah yang menarik. Terus terang geregetan sih. Setiap kali hampir jadi, ada saja halangan yang bikin mereka justru gagal disatukan *frustasi*.

Di cerita ini juga ada karakter Griff dan Rosalind yang akan membuatku tersenyum akan sifat Rosalind yang memang blak-blakan dan juga tersentuh akan sifat Griff yang sangat menyayangi istrinya. Mereka memang pasangan yang sempurna dari ketiga saudara ini.

Untuk kadar "hot", buku ini cukup "hot" menurutku. Dibandingkan dengan kedua buku sebelumnya, adegannya lebih terbuka dan detail.

Yang aku beri catatan dari buku ini adalah terjemahan yang mungkin salah diartikan. Misal:
"Tapi kau tidak akan meninggalkanmu seperti Morgan." (halaman 240, paragraf 1, baris 4)
Bagaimana cara Juliet meninggalkan dirinya sendiri? Mati lalu menjadi roh? Sepertinya maksudnya adalah "Tapi aku tidak akan meninggalkanmu seperti Morgan".
"Terutama saat kau berusaha sangat keras untuk membuatku jatuh cinta padaku dulu." (halaman 336, paragraf 6, baris 3-4)
Mungkin maksudnya adalah  "Terutama saat kau berusaha sangat keras untuk membuatku jatuh cinta padamu dulu." . Yah, secara gak mungkin kan Juliet jadi Narcissus (salah satu tokoh dalam mitologi Yunani)  yang jatuh cinta pada dirinya sendiri =)

Seri Swanlea Spinsters:
#1 A Dangerous Love
#2 A Notorious Love
#3 After The Abduction
#4 Dance of Seduction
#5 Married To The Viscount

14 comments:

  1. Wahh review yg bagus^^ jadi penasaran pengen baca! Konfliknya unik nih sepertinya tidak membosankan. Kebetulan belum pernah baca novelnya Sabrina Jeffries, jadi mau coba

    Share aja nihh..

    Klo aku pribadi, patokan sebelum baca buku baru ya baca dulu reviewnya orang2 (seringnya di goodreads). Kebanyakan orang bilang ceritanya tidak bagus, tapi menurutku malah bagus! Dan itu sering terjadi :P yahh cara pandang dan selera masing2 orang beda sih yaa..

    Boleh sih baca review orang sebagai resensi tapi jangan dijadikan patokan mutlak.

    Rugi kan kalo kita ga baca sebuah cerita gara2 terlalu mematok review orang (yg ternyata cerita itu bagus menurut kita)

    ReplyDelete
  2. @Utie:
    Wah, makasih yang reviewku dibilang bagus. Senangnya *cipika-cipiki* Hahahahahaha..
    Iya, emang review orang gak bisa jadiin patokan. Untung aku ikutin naluriku untuk membeli buku ini (udah terlanjur juga beli dari seri pertama).
    Kalo novel Sabrina Jeffries, menurutku coba baca seri Royal Brotherhood dulu yang diterbitkan oleh GPU, udah tamat dan cuma 3 buku aja. Dan menurut pendapatku, seri Royal Brotherhood lebih bagus dari seri Swanlea Spinsters. Tapi ini pendapatku doank sih ^^

    ReplyDelete
  3. *bales cipika-cipiki juga deh* hehehe..

    aku baru banget kenal novel HR (telat yah), jadi smangat aja baca review orang2 di blog. Dr yg aku amati sbg'an org ada yg anggep sbelah mata HR tp menurutku HR fun buat dibaca, ga bkin puyeng ky novel berat lainnya :D

    Iya,iya.. yg Royal Brotherhood aku suka liat di display gramed tapi galau gt mau baca ga yaa (abisan covernya menggoda bgt), hahahaha.. kalau pendapat Phie bagus sih, boleh deh aku coba baca~! *akhirnya~! diputuskan juga XD

    Thanks ya rekomendasinya ;)

    ReplyDelete
  4. Waaaahhh.. Udah telat banyak seri tuh.. Hahahahahah..

    Sejauh ini HR paling bagus yang aku baca adalah seri Hathaways oleh Lisa Kleypas. Coba deh baca seri ini ^^

    Yep, cerita HR tuh simple, udah tau endingnya bakal gimana, tapi tetep bisa mengaduk emosi =)

    Iya, coba baca seri Royal Brotherhood, Utie. Sama-sama juga, senang bisa membantu d(^o^)b

    ReplyDelete
  5. Oia, sorry mau nambahin. Tentang mistranslation (atau mistype?), duh ga nyaman banget emang.

    Aku pernah nemu satu novel dan lupa judulnya apa. Si cowok menyebutkan nama wanita "yg dimaksud" (dlm hal ini tokoh utama wanita), tapi si penerjemah/editor (mungkin karna sudah pusing apa gmn) malah memasukan nama wanita "lain".. Oh My God, walaupun kita paham yg dimaksud, tapi kalau sampai mistype begitu ya kan jadi merusak suasana, kesan yg ditimbulkan jadi beda aja.

    Mungkin bisa dijadikan masukan buat publisher, entahlah mungkin mereka bisa menganggap sepele kesalahan "kecil" itu atau bukan, tapi pembaca menganggap ini sangatlah penting untuk memberikan "kesan cerita" yang baik :)

    ReplyDelete
  6. Emang tuh, typo aja kadang-kadang kesal loh bacanya.
    Tapi kalau sampai kejadian salah pengetikan (atau penafsiran) seperti itu, bikin pembaca jadi malas untuk melanjutkan.

    Waktu itu aku pernah kejadian kayak gini. Salah satu karya Diana Palmer yang diterjemahkan oleh GPU. Ada penamaan karakter yang nikahnya ama karakter yang berbeda.

    Aku langsung tanya di grup, apakah ada salah pengetikan atau memang begitu dari aslinya. Ternyata memang aslinya yang salah.

    Jadi kadang bukan salah penerjemah/editor juga sih. Coba diomongkan ke penerbitnya, Utie. Sapa tau naskah aslinya seperti itu =)

    Tapi ini juga masukan bagi penerbit dan editor. Kesalahan mungkin sepele, tapi selain untuk memberikan kesan cerita yang baik, itu juga memberikan kesan terhadap kualitas mereka.

    ReplyDelete
  7. 4/5 berarti bisa dipertimbangkan dong phie untuk dibeli....


    btw, temenmu Utie... namanya sama dengan namaku di Goodreads...

    ReplyDelete
  8. @putriutama:
    yep, bisa dipertimbangkan untuk dibeli =)

    Iyaaa.. Hahahahaha.. Tapi dirimu ada 'h'-nya =P

    ReplyDelete
  9. @putriutama: salam kenal! XD aku di goodreads IDnya princhesta tp namanya Utie :P

    @phie: iya emg harus klarifikasi dlu yaa..! beneran salah atau ga. Stuju deh :)

    ReplyDelete
  10. kalo download ebooknya ada gak ya yg dah ditranslate ke indo? tau alamatnya kah? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba cari di tuebl.ca :)
      Kalo ebook indo susah sih.

      Delete
  11. wah jadi penasaran liat reviewnya, secara aku baru aja puasssss banget baca buku sabrina yang berjudul : Beware a Scott's Revenge. moga2 buku yang ini ga bikin ekspektasiku kecewa

    ReplyDelete
  12. Lagi nyari novel ny sandra brown judulny ma nma karakter lupa, abis dah lam bacany.Si cwek ma si cwok ktemu ps keduanya msih sngat muda wktu liburan k pantai.waktu itu si cwok lbih trtarik sama kkak prempuan si cwek, lantaran si cwek masih 14 thn smpe akhirny si kkak prempuan si cwek ngaku kalo hamil anak si cwok. Si cwek brprofesi sbagai designer perhiasan trus si cwok seorang astronot. Ada yg tau ga judulny apa? Udah lma nyari ga ktemu2 juga T_T

    ReplyDelete