J. D. Robb - Seduction in Death [In Death #13]

Judul : Seduction in Death
Sub Judul : Rayuan dalam Kematian
Seri : In Death #13
Penulis : J. D. Robb
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : Januari 2012
Berat : 500 gram
Halaman : 520
Dimensi : 110 x 180
Genre : Suspense Romance







Ketika kopi darat menjadi sebuah tragedi kematian yang menimpa para gadis muda, sang wanita dengan julukan Lencana Tak Bernoda dipanggil untuk sekali lagi menjadi penyidik utama.

Mimpi itu menghantui Eve. Menelan semua malamnya, membuatnya tak bisa tidur. Mimpi di mana sang ayah dibunuh oleh tangannya sendiri hidup kembali, mencarinya, mengatakan bahwa Eve tak bisa lari darinya. Roarke sedang pergi, pria yang biasa menenangkannya sedang tak ada di sampingnya. Dirinya gemetaran sampai sebuah telepon setidaknya dapat menghalangi dirinya memikirkan mimpi tersebut.

Kasus pembunuhan. Lagi. Orang lain boleh berpikir bahwa Bryna, sang korban, bunuh diri dengan jatuh dari balkon di lantai 12. Tapi Eve berpikir bahwa ini adalah kasus pembunuhan. Sang korban dan tersangka diketahui bertemu di dalam dunia maya. Mereka punya hobi yang sama yaitu karya sastra. Lalu mereka akhirnya bertemu di sebuah tempat makan untuk lebih saling mengenal. Setelah acara makan tersebut, mereka menghabiskan malam di tempat sang wanita. Tempat tidur beralaskan kelopak mawar merah muda, sebuah champagne dan dua gelas kristal, lilin, dan alunan musik, yah itu merupakan hal yang romantis. Dan berujung pada kematian.

Divisi narkotika telah membuktikannya bahwa gadis tersebut dicekoki obat bernama Whore. Ditambah dengan Wild Rabbit, itu merupakan kombinasi yang mematikan. Jantung sang korban berdetak sangat cepat sampai akhirnya meledak. Melalui rekaman saat kematian korban, Eve menemukan bahwa tersangka tidak menyangka bahwa hal tersebut akan berujung kematian, dia khawatir dan tegang. Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan tersangka adalah bersembunyi atau mencari korban berikutnya.

Terjadi pembunuhan. Lagi. Tapi kali ini tersangka memiliki sikap yang berbeda dari sebelumnya. Lebih brutal. Dia seperti tahu apa yang akan terjadi dan menikmatinya. Hal ini membuat Eve bingung. Kepribadian ganda atau ada dua orang pembunuh dalam kasus ini?

Saat selesai membaca buku ini, aku langsung berpikir "Ya ampun, andai Roarke ada di dunia nyata!". Hehehehehehe.. Tapi semua penggemar seri In Death tentunya mengharapkan hal yang sama dan mengetahui bahwa Roarke so sweet banget terhadap Eve.

Mengenai karakter:
Aku sangat menyukai karakter-karakter dalam seri In Death ini. Walaupun ceritanya berat, tapi JD Robb berhasil memberikan selingan yang ringan dan menyegarkan, seperti:
  1. Hubungan Peabody, McNab, dan Charles yang naik turun dan tidak eksklusif sehingga sering menyebabkan kesalahpahaman. Dalam buku kali ini, pembaca akan dibuat tertawa dengan percakapan kocak antara ketiga karakter ini.
  2. Trisna dan Mavis. Eve selalu bergidik ngeri jika bertemu dengan Trisna karena artinya dia harus berhubungan dengan segala alat kecantikan yang dibencinya. Namun sayang, kedua karakter ini sangat sedikit dimunculkan.
  3. Summerset. Oh ya, pria ini sungguh bisa mengonfrontasi Eve secara terang-terangan dan saling menghina dengan santai. Aku senang dengan karakter pria ini, tegas sekaligus penuh kasih terhadap Eve dan Roarke.
  4. Whitney, Feeney, Dickhead, dan Morris. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam kepolisian yang selalu membantu Eve.
  5. Nadine. Si reporter cantik yang membantu Eve dalam mengumpulkan informasi dan menyebarkannya ke publik. Lagi-lagi sayangnya dalam buku ini, tidak terlalu banyak terlibat seperti dalam beberapa buku sebelumnya.
Nah, mengenai karakter utamanya sendiri:
  1. Eve : sungguh, dia wanita yang tangguh. Sangat berpendirian dan berdedikasi terhadap pekerjaannya. Kepeduliannya terhadap teman-temannya patut diacungi jempol walaupun dia mati-matian berusaha mengingkari hal tersebut.
  2. Roarke : Yummy! Dia pria idaman semua wanita. Pengetahuannya dalam bidang elektronik sangat dimanfaatkan dalam cerita kali ini. Tapi sayang, kalau sebelumnya perusahaan Roarke dan pria ini selalu menjadi tersangka, dalam cerita kali ini dia hanya jadi pemeran pembantu.
Mengenai romansa antara Eve dan Roarke:
Tentunya masih hot. Namun berkurang porsinya dibandingkan dengan buku sebelumnya, tapi kadar kekhawatiran Roarke terhadap Eve meningkat. Yah, mengingat Eve dan kejadian yang membuatnya tidak tahan terhadap pemerkosaan.

Mengenai kasus dalam buku ini:
Menurutku tersangka dalam Seduction in Death ini berbeda dengan tersangka lainnya di mana pembaca harus menebak-nebak siapa pembunuhnya, kali ini malah diberitahukan namanya dan dijelaskan karakternya sejak awal. Terus terang itu membuatku sedikit bosan. Ada kesenangan tersendiri dalam menebak-nebak siapa pembunuhnya, bagaimana karakternya di dunia dia sebagai "manusia biasa" dan sebagai "psikopat". Ini membuatku merasa alurnya kurang memuaskan dan agak datar karena ketegangannya jadi berkurang. Tapi mungkin pembaca yang lain berpendapat berbeda =)

Catatan :
Aku menemukan beberapa typo dalam buku ini, seperti:
"Lagi. Semuanya. Segalanya, piker Roarke." (halaman 89)
Lalu, menurutku ada juga yang sebaiknya tetap dalam bahasa Inggris, yaitu:
"Mau gelang-gelang bawang lagi?" (halaman 332)
Menurutku aneh sih dan sebaiknya tetap onion rings daripada gelang-gelang bawang.
Dan yang terakhir buatku kalimatnya aneh:
Oh, yeah, pikir Eve, melihat sikap agresif pria itu. Renfrew pasti akan mempersulitku. "Aku tidak mendapat dihubungi oleh Central. Aku tidak berminat melanggar wilayahmu, Detektif Renfrew. Korbanmu berhubungan dengan salah satu kasusku. Kupikir kta bisa membantu satu sama lain." (halaman 382)
Apa maksud dari "mendapat dihubungi"? Sebelumnya Renfrew mengatakan bahwa tidak ada yang menghubungi Cop Central. Lalu Eve menjawab seperti itu. Agak aneh sih susunan bahasanya. Mungkin seharusnya tidak ada kata "mendapat" di situ.

Overall, karya JD Robb ini tetap breathtaking dan aku tetap merasa puas dengan ceritanya ^^


15 comments:

  1. pengen banget baca buku ini, tapi udah banyak banget serinya T.T *telat baca*

    ReplyDelete
  2. belum punya bukunya.... :(((( belum sempat nyebrang buat beli siy.....

    ReplyDelete
  3. @peri hutan & uthie : ayo dikoleksi dan dibaca =)
    bagus loh suspense romance JD Robb ini ^^

    ReplyDelete
  4. buat yg punya blog, salam kenal ya...
    aku punya beberapa bukunya yang terbitan gramedia, tapi juga punya semua ebooknya, banyak banget, lebih dari 30an dan hampir semua udah dibaca. Udah lama banget ampe lupa2 gitu.
    Versi inggrisnya lebih bagus lho... Setelah membiasakan diri baca versi asli, baca yg terjemahan serasa garing
    terutama untuk chemistry roarke and eve, wuih, hanya membaca dialog mereka aja dari awal kita udah ngeh kalo mereka berdua ini sesuatu banget...

    ReplyDelete
  5. @olly: salam kenal juga ^^
    Aku juga punya ebooknya. Tapi masalahnya adalah niat untuk membaca dalam bahasa inggris tuh kayak siput jalannya. Hahahahahaha..

    Ini aku lagi membiasakan diri untuk membaca novel versi Inggris, dimulai dari yang tipis-tipis aja macamnya HKI. Nanti kalo udah stabil, baru deh mulai baca yang tebal-tebal (sekarang lagi labil mood-nya.. hehehehehee..)

    Baca terjemahan berasa garing karena banyak yang dipotong-potong ya? Hahahahahaha..

    Roarke ama Eve tuh romance-nya emang berasa banget. Ngiri deh ama mereka bisa kayak gitu >,<
    Coba Roarke bisa dikeluarkan dari buku ya =P

    ReplyDelete
  6. aku juga lagi pengen baca novel JD Robb, lagi ngoleksi sih. baru punya satu :D

    e-boooknya download dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, aku biasa donlod di indowebster.web.id (kalo gak salah ebook JD Robb cukup lengkap di sana), atau coba epubbud.com, 4shared, viprasys, mobile9. Itu tempatku biasanya donlod sih =)

      Delete
    2. sebenarnya agak bingung -___-

      terus itu pake b.ing kan? ada gak yg pake b.indo?

      Delete
    3. Yang pake bahasa indo jarang banget bisa dapet ebook-nya. Kalau mau yang indo, harus beli bukunya >,<

      Delete
    4. aku udah ada e-booknya.
      tapi aneh. waktu aku pindahin ke wod cuman 222 hal. padahal aslinya 400an halman.

      apa aku salah donlot?

      Delete
    5. coba cek endingnya sama gak? kalo sama, berarti gak ada masalah =)

      Delete
    6. oke dehh.
      nanti kalo ada masalah aku tanya lagi.
      makasih :)

      Delete
  7. Udah punya dua atau tiga (lupa) serial in death, tp masih jadi timbunan.. -_-

    ReplyDelete
  8. pengen banget baca seri nya J.D Robb, cuma belom kesampean karena belom minat beli xD

    ReplyDelete