Suzanne Brockmann - Scenes of Passion [Kesempatan yang Kedua]

Judul : Scenes of Passion
Sub Judul : Kesempatan yang Kedua
Seri : -
Penulis : Suzanne Brockmann
Penerbit : Gramedia
Tanggal terbit : Januari 2012
Berat : 250 gram
Halaman : 272
Dimensi : 110 x 180
Genre : Romance

Datar. Itulah kehidupan Maggie Stanton yang berusia 29 tahun. Ia tinggal bersama orang tuanya, memiliki pacar yang tidak dicintainya, dan pekerjaan yang tidak disukainya.

Pria itu telah mengenali Maggie saat di tempat olahraga wanita itu, namun wanita itu tidak mengenalnya. Maggie menyebut dirinya pria hutan. Wajar saja wanita itu tidak mengenalnya. Matt telah berubah drastis dari saat terakhir ia bertemu dengan Angie dan Maggie. Dia lebih sehat, lebih bugar, dia bukan lagi pria pemabuk dan perokok seperti waktu dia di SMA.

Pertemuan mereka merubah hidup Maggie. Matthew menawarkan pekerjaan sebagai pengacara perusahaannya kepada Maggie di mana terdapat klausul dalam surat wasiat ayahnya bahwa Matt harus dapat mengembangkan perusahaan ayahnya dalam kuartal pertama.

Pada saat itu pula, Maggie mengetahui bahwa kekasihnya menyukai saudara perempuannya! Akhirnya, Maggie mengambil langkah drastis dengan keluar dari rumah orang tuanya, berhenti dari pekerjaannya, putus dengan kekasihnya, dan menyetujui ajakan Matt.

Selain mengeluarkan Maggie dari keterpurukan hidupnya, Matt juga mengajak wanita itu untuk kembali ke kecintaannya pada seni teater. Mereka berdua memang pemeran yang sangat baik, dapat masuk ke dalam karakter dengan sempurna. Tapi dari situ lah semua masalah muncul, kesalahpahaman, sakit hati, air mata, bahkan cinta.

Apakah Maggie sanggup membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya akting dari pria itu sebelum hatinya terluka lebih dalam?
Waktu baca bab 1, aku merasa "Gila, ini cewek rendah diri banget" karena terlalu banyak kata "pengecut". Sepertinya tiap halaman ada satu. Tapi itu cukup menggambarkan kehidupan Maggie yang membosankan.
Oke, seharusnya aku jangan membaca Harlequin Koleksi Istimewa (HKI) selain Susan Fox. Cerita Suzanne Brockmann (SB) kali ini lebih banyak yang gak aku suka daripada yang aku suka.

Yang Aku Suka :
Dibandingkan karya SB yang aku baca sebelumnya (seri Navy Seals), cerita ini memang baru buat aku karena salah satu karakternya mengidap penyakit yang cukup kronis. Cerita ini juga ringan (secara HKI).

Yang Aku Kurang Suka :
Yang paling aku kurang suka adalah PLOTnya. Alurnya seperti saling lepas satu sama lain.
Bagi kamu yang tidak suka SPOILER, sebaiknya BERHENTI sampai sini. Karena bagian di bawah ini akan mengandung spoiler.

Saat Maggie menemukan Brock (kekasihnya) mencium Vanessa (saudaranya), Mags keluar dari rumah, penuh dengan kekecewaan, di tengah jalan bertemu dengan Matt yang menawari dirinya tinggal bersama pria itu. Awalnya Mags menolak, namun akhirnya dia menerimanya.

Lalu, orang tua Mags mengetahui bahwa Maggie tinggal bersama Matt. Tentu mereka tidak setuju. Matt berpura-pura melamar Mags dan mereka berpura-pura menikah. Tapi pada akhirnya, mereka menikah beneran. Saat itu, Matt mengatakan bahwa dia menderita kanker dan dia harus kembali ke dokter oncologist untuk memastikan kanker itu tidak kembali. Ternyata kanker itu tidak kembali dan mereka bahagia.

Kemudian, tiba-tiba Mags menguping pembicaraan Matt dan Vanessa yang membuatnya salah paham. Saat di rumah, dia menemukan dokumen mengenai syarat Matt harus menikah jika ingin mewarisi perusahaan ayahnya. Menurutku bagian ini aneh, kenapa gak dari awal dokumen itu ditemukan (secara dokumen itu berada di tempat terjangkau).

Mags juga menelepon ke rumah sakit Matt dan staf rumah sakit mengatakan bahwa tidak ada pasien bernama Matthew Stone. Mags menuduh Matt telah berbohong padanya. Terus tiba-tiba mereka berkonsentrasi pada pertunjukan. Setelah pertunjukan, Mags dan Matt bertengkar di bar, lalu Matt minum bir dan muntah-muntah. Nah, bagian anehnya, tiba-tiba Mags menyadari bahwa dia seharusnya mempercayai Matt, bahwa Matt tidak berbohong.

Lah, kenapa dia tiba-tiba secepat itu berubah pikiran? Hanya karena Stevie, adiknya, mengatakan bahwa Mags harusnya mengetahui siapa Matt sebenarnya. Yah, aku sih kalau menjadi Mags, gak akan semudah itu memercayainya. Harus disertai bukti-bukti terlebih dahulu. Tapi bukti-bukti itu baru diperoleh setelah mereka berbaikan *pijit-pijit kepala karena pusing*.

Yah, intinya aku sepertinya tidak cocok dengan HKI yang alurnya terlalu cepat. Hehehehehehe..

6 comments:

  1. yeay akhirnya bisa komen :))
    udah lama nggak baca HQ nih, udah beralir ke HR :))

    ReplyDelete
  2. hahahaha.. maap menyusahkan m(>,<)m
    aku juga udah beralih ke HR, pokoknya Harlequin yang tebal-tebal..
    Gitu baca HKI, berasa alurnya cepet banget T_______T

    ReplyDelete
  3. aq bca HQ untuk selingan karena kadang nemu cerita yang sweet dan pas, tapi untuk buku SBrockmann kali ini beneran deh, terasa banget konflik dan penceritaannya standar banget dan tidak berkesan sama sekali :'(

    ReplyDelete
  4. @daneeollie :
    Bener, rasanya karya SB kali ini agak kurang >,<

    ReplyDelete
  5. kenapa seri navy sealnya gak da lagi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kurang tahu juga sih.. Hal ini sudah pernah ditanyakan, tapi sepertinya GPU masih belum menentukan apakah seri ini diteruskan atau tidak >,<

      Delete