Gena Showalter - The Stone Prince

Judul : The Stone Prince [Pangeran Batuku]
Pengarang : Gena Showalter
Penerbit : Violet Books
Tahun : 2011
Halaman : 384
Dimensi : 110 x 180
Berat : 280 gram
Genre : Historical Romance

Jorlan de Arr dikutuk oleh kakaknya, Percen, menjadi batu dan hanya dapat dibebaskan oleh ciuman seorang wanita. Wanita yang sempat dicintai dan saat ini sangat dibencinya karena wanita itu ternyata membohongi perasaan cinta Jorlan, Maylyn.

Percen senang jika Jorlan menderita, dia akan selalu membuat Jorlan menderita. Itu semua karena saat Jorlan dilahirkan, Percen ditinggalkan ibunya dan menjadi seorang pendeta tertinggi Druinn. Pamannya mendidiknya dengan keras bahkan sampai membuat tubuh dan wajahnya cacat. Sedangkan Jorlan selalu dilimpahi kasih sayang ayah dan ibunya dan semua wanita memujanya.

Saat Percen mengutuk Jorlan menjadi batu, ibunya ikut campur tangan dengan mengirim Jorlan ke planet lain (Bumi) agar Jorlan tidak dihancurkan oleh Percen. Tentu saja Percen berang dan mengutuk ibunya menjadi batu dan yang dapat membebaskan wanita itu hanya darah Percen, kemudian Percen pergi untuk mencari Jorlan dan menghancurkan pria itu.

Jorlan terkurung dalam sebuah batu lebih dari 9 abad, sampai seorang wanita menciumnya. Ya, Katie memang mencium patung itu karena penasaran dan tidak bisa menolak maskulinitas patung tersebut. Dia sudah gila karena mencium sebuah patung! Kakaknya pasti menertawakan dirinya kalau dia mengetahui hal ini.

Tapi patung tersebut berubah menjadi seorang pria yang WOW! Katie masih tidak percaya sebuah patung bisa berubah menjadi manusia yang terdiri dari darah dan daging. Belum lagi pria itu telanjang, memamerkan kulit dan ototnya yang fantastis.

Jorlan bersyukur bahwa yang membebaskannya adalah Katie dan bukan Maylyn. Setidaknya dia tidak harus mengejar-ngejar pernyataan cinta dari wanita yang dibencinya.
Untung bagi Katie sebelum pria itu merayunya dengan mengucapkan kata-kata erotis, pria itu menjelaskan siapa dirinya. Akhirnya Katie mengizinkan pria alien itu untuk tinggal di dalam rumahnya, tentu saja dengan berbagai syarat yang mengamankan dirinya dari godaan pria itu.

Jorlan harus membuat Katie menyatakan cinta padanya sebelum 14 hari berlalu, karena jika tidak, dia akan kembali menjadi batu. Kali ini untuk selamanya. Semua jurus sudah dikeluarkan oleh Jorlan, tapi Katie masih tidak mau menyatakan cintanya (keras kepala, kata Jorlan).
Tapi, ketika hari ke-14 itu semakin dekat, Percen muncul di hadapan Jorlan dan bermaksud membuat Jorlan menderita dengan menyihir wanita yang dicintai Jorlan. Tentu saja menyihir agar sang wanita jatuh cinta pada Percen. Di lain pihak, Jorlan masih terus gencar dengan pernyataan cinta Katie dan Katie masih dengan kekeraskepalaannya *sigh*.

Oke, buku ini memang "hot", banyak banget kalimat-kalimat yang menjurus. Hahahahahahah.. Di situlah letak yang membuat pembaca "kipas-kipas". Inti cerita ini sebenarnya melakukan pembalasan dendam hanya akan menyakiti orang lain. Tapi kebanyakan dalam buku ini bercerita mengenai bagaimana Jorlan meyakinkan Katie bahwa wanita itu mencintainya. Sedangkan pembalasan dendamnya hanya pada bagian-bagian akhir.

Waktu membaca sinopsis pada bagian belakang, aku mengira yang mengutuk Jorlan adalah ibunya (konsep Malin Kundang). Ternyata yang mengutuk adalah kakaknya. Gena berhasil membuatku mengerti penderitaan Percen yang menyebabkan ia ingin menghancurkan Jorlan *turut berduka cita untuk Percen*.

Di buku ini juga banyak adegan yang akan membuat pembaca tertawa. Misalnya ketika Katie mendengar rekaman suara teleponnya, tanpa peringatan, Jorlan langsung menghancurkannya karena mengira benda itu memiliki kekuatan sihir. Lalu dia juga menggunakan spatula sebagai senjata karena Katie tidak memperbolehkannya menggunakan peralatan dapur lainnya. Begitu pula saat Jorlan mengendarai mobil Katie dan mobil itu berjalan sangat lambat sampai Katie mengatakan kakek-kakek pun dapat mendahului mobil itu.

Keluarga Katie pun sangat ajaib. Kelima kakaknya sangat sering mengerjai adik mereka yang satu ini. Tapi mereka selalu melindungi dan menyayangi Katie. Pokoknya terasa banget kasih sayang antarmereka.
Karakter Jorlan pun akan membuat pembaca melting dengan kata-kata:
"Kekasihku tidak akan melayani orang-orang yang tidak tahu berterima kasih"
Kyaaaaa~ *mimisan*. Kata-kata ini diucapkan Jorlan ketika ayah Katie menyuruh Katie menyiapkan makanan dan minuman bagi mereka.

Ending dari buku ini pun memang happy end, tapi dengan cara yang sweet. Semua berakhir dengan bahagia. Semua senang. Lalalalala~ *admin mulai gak jelas*

6 comments:

  1. kirain biasa aja... klo ngeliat review nya jadi pengen baca ...

    ReplyDelete
  2. bagus kok.. aku demen nih cerita.. lucu soalnya =)

    ReplyDelete
  3. Aaaaw.. so sweet~
    LOL. Lucu bgt ini kayak nonton RomCom

    ReplyDelete
  4. Baca ini udah dua tahun yang lalu :P. Pas orang Indo belum kenal ma demam Gena, lol!
    Masih kepengaruh sama si Kenyon, maklum ini karya debutnya

    ReplyDelete
  5. @Ren : Versi inggrisnya ya? Gak kuat.. Hahahahahaha.. Ini Kenyon masih lom baca >,<

    ReplyDelete
  6. kirain bukunya nggak bagus... ternyata keren juga yah.... mau dunk masuk dalam wishlist kalo gitu....

    ReplyDelete