Gena Showalter - The Darkest Whisper [Lords of The Underworld #4]

Judul : The Darkest Whisper
Sub Judul : Sang Keraguan
Seri : Lord of The Underworld #4
Penulis : Gena Showalter
Penerbit : Violet Books
Tanggal Terbit : Desember 2011
Berat : 300 gram
Halaman : 480
Dimensi : 110 x 180
Genre : Fantasy Romance

Oke, pertama kali lihat buku ini, yang langsung ada di otakku : aku harus mengacungi semua jempol yang aku punya buat cover *ngiler liat badan cowo keren*. Emang cover Violet Books semuanya top abis.

Apa sih yang terpikirkan oleh kamu dengan kata The Darkest Whisper, bisikan tergelap? Kalo aku sih mikirnya bisikan yang bisa berasal dari orang lain melalui indera pendengaran atau berasal dari suara hati. Namun, ditambah dengan sub judul Sang Keraguan, maka bisikan itu berasal dari bisikan hati seorang manusia (dalam kasus novel ini, seorang iblis).
Hmmm.. aku mereview seri ini dari nomor empat. Jadi aku akan memberikan sedikit intermezzo mengenai Sang Penguasa ini. Berikut adalah nama-nama sang wadah iblis (urut berdasarkan buku yang akan diterbitkan - nomor 1 sampai 9):
  1. Maddox (The Darkest Night) - wadah Sang Kekerasan (selalu pengen berantem)
  2. Lucien (The Darkest Kiss) - wadah Sang Kematian (membawa arwah dan bisa teleportasi)
  3. Reyes (The Darkest Pleasure) - wadah Sang Kesakitan (suka menyakiti diri sendiri)
  4. Sabin (The Darkest Whisper) - wadang sang Keraguan (memberikan keraguan kepada pikiran orang)
  5. Aeron (The Darkest Passion) - wadah sang Amarah (bawaannya pengen marah terus)
  6. Gideon (The Darkest Lie) - wadah sang Kebohongan (selalu mengatakan kebohongan, kalau dia jujur, dia akan merasakan kesakitan)
  7. Amun (The Darkest Secret) - wadah sang Rahasia (mengetahui rahasia terdalam seseorang)
  8. Strider (The Darkest Surrender) - wadah sang Kekalahan (tidak bisa kalah dalam pertandingan apapun)
  9. Paris (The Darkest Seduction) - wadah sang Berahi (harus bercinta untuk mendapatkan kekuatan)
  10. Cameo - wadah sang Kesakitan (dengerin dia ngomong aja kita udah merasa menderita banget)
  11. Torin - wadah sang Wabah (jika tersentuh olehnya, yang disentuh akan langsung kena penyakit)
  12. Kane - wadah sang Bencana (semua benda yang ada di dekat dia pasti rusak)
  13. Baden - wadah sang Ketakpercayaan (Baden RIP, tapi iblisnya masih ada)
  14. Galen - wadah sang Harapan (musuh para penguasa no 1-13)
Jadi ceritanya si Galen ini mengajak yang para Penguasa untuk membunuh dan mencuri kotak Pandora agar mereka bisa berkuasa. Yang terjadi, si Galen ini berkhianat dan mengatakan yang lain yang melakukannya. Sehingga para Penguasa ini ditangkap oleh Cronus (dewa tertinggi) dan masing-masing dari mereka diberikan satu iblis dan dibuang ke Bumi. Misi para Penguasa saat ini adalah bunuh Galen.
Tapi Galen tak sendiri, dia malah membuat pasukan yang disebut oleh para Penguasa, yaitu Pemburu. Nah, Pemburu ini memancing Penguasa keluar dengan menggunakan Umpan yang bisa berupa wanita, orang tua, dan sebagainya.
Sampai sini jelas? Kalau masih gak jelas, baca bukunya ya. Hahahahahaha.. Sekarang kita masuk ke ceritanya:

Dengan judul The Darkest Whisper, Gena berhasil menyampaikan siapa tokoh kita kali ini, Sabin, pria yang menjadi wadah iblis Keraguan. Sang Keraguan ini berhasil memporakpondakan hidup Sabin. Bagaimana tidak? Seorang wanita yang dicintai pria itu, Darla, bunuh diri karena tidak tahan dengan iblis Sabin yang terus menyerang isi kepalanya. Ya, Sang Keraguan bisa menyerang pikiran orang lain membuat mereka meragukan diri mereka sendiri, kemampuan mereka, pertahanan diri mereka, dan kepercayaan mereka.

Saat sedang memburu Galen, Sabin dkk sampai ke Mesir dan mencari sarang para Pemburu. Ketika sampai di sarang tersebut, Sabin melihat para wanita disekap dan beberapa di antaranya sedang hamil. Tapi di antara semua wanita itu, dia hanya melihat si rambut stroberi, Gwendolyn.

Jangan samakan Gwen dengan pasangan Maddox, Reyes, dan Lucien loh ya. Yang satu ini ternyata adalah seorang Harpy! Dia adalah keturunan Lucifer, bisa membunuh dalam sekejap mata, bahkan tidak bisa diikuti oleh mata karena terlalu cepat.

Melihat kemampuan Gwen, Sabin membawanya. Padahal teman-temannya takut jika si Harpy muncul tiba-tiba dan membunuh mereka semua. Tapi Sabin tidak peduli, dia tertarik pada gadis itu. Ditambah lagi, kemampuan gadis itu tentunya dapat digunakan sebagai senjata untuk menyerang Galen.

Yang membuat Sabin senang setengah mati, Gwen bisa membedakan mana suara hati gadis itu, mana suara Sang Keraguan. Bahkan Gwen sempat mengatakan bahwa iblis Sabin sangat menyebalkan. Nah, yang bikin Sabin lebih senang lagi, ternyata Sang Keraguan takut dengan si Harpy. Sehingga saat Sabin berada di dekat Gwen, sang Keraguan akan ngumpet di pojokan.

Sekarang, Sabin harus mengajari Gwen untuk bertarung. Dia akan menggunakan gadis itu sebagai senjatanya. Tapi mengapa ketika akan bertempur, Sabin malah menyuruh Gwen mundur? Kenapa dia tidak ingin gadis itu terluka? Kenapa dia merasa protektif pada gadis tersebut?

Salah satu kakak Gwen mengatakan, bahwa orang yang bisa menenangkan si Harpy milik Gwen, merupakan pasangan hidup Gwen. Dirinya kah itu? Karena Gwen merasa sangat posesif terhadap dirinya bahkan hampir membunuhnya ketika dilihatnya Sabin bersama kakaknya. Dan yang bisa menenangkan Gwen hanya Sabin!
Yang Aku Suka:
  1. Karakter Sabin yang posesif. Dia benar-benar bikin melting deh... Dibandingkan dengan ketiga penguasa dalam buku sebelumnya, karakter Sabin yang paling oke menurutku untuk kadar posesif.
  2. Yes, this book is steamy. Steamy ya, bukan hot. Aku suka banget ketika Sabin memerangkap Gwen dengan tubuhnya *bayangin sambil nyeces*. Untuk adegan percintaan, buku ini lebih baik daripada tiga buku sebelumnya.
  3. Karakter Gwen yang sebenernya sadis banget kalau merasa kesal tingkat tinggi, tapi dia juga penakut. Jadi gemesin. Hahahahahah.. Dia itu seperti adik kecil yang bisa disayangi oleh siapa pun.
  4. Kakak-kakak Gwen. Mereka memang pemeran pembantu. Tapi keberadaan mereka meramaikan cerita, bahkan kadang tertawa juga melihat kekonyolan mereka.
  5. Anya, sang Dewi Anarki. Pembuat onar sejati. Semua omongon Sabin, dibales olehnya. Pokoknya Sabin selalu kalah deh, gak bisa menang adu mulut sama Anya.
  6. What I love the most is this (dikatakan oleh Sabin kepada Gwen sewaktu William, teman Anya, merayu Gwen):
"Kau milikku," sahut Sabin, masih terus menatap William. "Milikku yang harus kulindungi." Saat itu Sabin memutuskan akan memberi Gwen suatu tanda, agar William dan yang lainnya memahami tanpa ragu lagi bahwa sekarang dan selamanya, tak boleh ada yang menyentuhnya. "Milikku seorang." 
Yang Aku Kurang Suka:
  1. Too much characters involved. Oke, cerita kali ini memang cukup banyak membuka beberapa rahasia yang belum diketahui sebelumnya. Tapi romansa antara Torin dan Cameo sebenernya agak membuat ceritanya gak fokus. Belum lagi interlude untuk si Aeron nantinya akan muncul di buku kelima, repetitif di beberapa bagian.
  2. Ending cerita. Mengapa oh mengapa? Membuatku bertanya-tanya : "Heh? Endingnya gitu aja? Kok gak seru amat epilognya?" Maksudku, setidaknya bakal membahas kira-kira bakal ke mana lagi mereka mengejar Galen dan antek-anteknya. Yah, memberikan sedikit ketegangan pada bagian ending di antara segitu banyak romansa. Hehehehehe..
In conclusion, I really love this book better than the others yang udah diterbitkan sebelumnya oleh Violet untuk seri ini.
Can't wait for Aeron, bener-bener penasaran siapa yang membuntuti dia dan tentunya hubungan wanita itu nantinya dengan Legion, iblis betina peliharaan pria itu.
Sebenernya rada sayang juga sih karena gak ada cerita mengenai Kane, Cameo, dan Torin. Padahal penasaran ama mereka >,<


Seri Lords of The Underworld:
#1 The Darkest Night
#2 The Darkest Kiss
#3 The Darkest Pleasure
#4 The Darkest Whisper
#5 The Darkest Passion
#6 The Darkest Lie
#7 The Darkest Secret
#8 The Darkest Surrender
#9 The Darkest Seduction

5 comments:

  1. spoiler....baru selese maddox..baru tau ni kalo ternyata yg bikin pasukan pemburu itu y salah seorang ksatria itu y...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, baru selese Maddox? Ayo cepet selesein, Yessy.. Hahahahahah..
      Iya, yang bikin pasukan pemburu ya Galen yang merupakan salah satu dari mereka dan berkhianat.
      Seru kan bukunya? Jadi beli komplit ne? Heheheheh..

      Delete
  2. Yang udah terbit bahasa indonesia nya apa aja ya? soalnya aku baru nemu buku nya cuma pernah baca maddox, reyes, aeron, sabin, lucien,sama strider :( penasaran mau namatin semuanya padahal

    ReplyDelete
  3. kak sorry koreksi... bukannya Cameo itu iblisnya sang kepedihan ya? he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku lupa kenapa aku tulis itu ya? Huahhahahaha..
      Iya, kayaknya kepedihan ya ;)

      Delete