Cuap-Cuap : Resensi [part 1] - Kenalan dengan Resensi, yuk!

Oke, harusnya admin saat ini belajar karena sebentar lagi ada tes, tapi apa daya, jiwa menulis sesuatu sudah memanggil *lebay*.
Hari ini admin mau membahas mengenai resensi.




Apa sih resensi itu?
Kalau bahasa Inggris, semua tentu tidak awam dengan kata review. Tapi bagaimana dengan bahasa asal muasalnya? Resensi sebenarnya berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere yang artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Bahasa lainnya? Ada, bahasa Belanda, recensie. Mau bahasa lain lagi? Buka google.translate.com aja =P (sumber : here)
Semua bahasa tersebut memiliki arti yang sama, yaitu mengulas sebuah buku.

Resensi punya banyak jenis?
Kalian gak tahu kan kalau resensi ada jenisnya? Iya kan? Ayo ngaku! Yah, kalo tahu ya bagus, kalo gak tahu, berarti aku ada temennya. Hehehehehhee..
Jadi, resensi ada tiga jenis, yaitu:  (sumber : here)
  1. Informatif : Resensi jenis ini hanya sebatas memberi informasi tentang cerita yang sedang diulas, seperti sinopsis, pengarang, dan informasi mengenai cerita tersebut.
  2. Evaluatif : Resensi jenis ini mengulas cerita lebih dalam dan detail. Peresensi akan mengulas mengenai kelebihan dan kekurangan dari buku. Segala unsur dari cerita (watak, alur, tema, dsb) akan dibahas dari sudut pandang peresensi.
  3. Informatif dan evaluatif : Resensi jenis ini merupakan gabungan dari nomor satu dan dua. Resensi tipe ini pula yang merupakan resensi yang paling ideal karena memberikan ringkasan dari cerita dan bagaimana tanggapan dari sudut pandang peresensi.

Tujuannya buat resensi?
Yah, buat aku sih membuat resensi itu just for fun dan aku ingin membagi kepada pembaca mengenai tanggapan aku terhadap buku saja.
Oke, karena ini sebuah informasi mengenai resensi, jadi akan aku berikan dalam bahasa ilmiah, hehehehehe... Tujuan pembuatan resensi: (sumber: here, here, and here)
  1. Bagi penulis : Mendapatkan umpan balik dan saran mengenai buku yang ditulisnya.
  2. Bagi penerbit : Resensi itu adalah media promosi buku dan bahkan mereka menerima umpan balik berupa saran-saran perbaikan (misalnya adanya kesalahan penulisan, kualitas kertas, cover, dan sebagainya).
  3. Bagi pembaca : Panduan apakah buku-buku tersebut baik atau tidak, layak beli atau tidak, dan memperoleh gambaran singkat mengenai buku tersebut.
  4. Bagi peresensi : Menambah pengetahuan (bagaimana pun buku adalah salah satu sumber pengetahuan, kan?), menambah ketajaman berpikir, mengasah daya kritis (buat resensi harus kritis terhadap buku), memperoleh pendapatan (dengan mengirimkan resensi tersebut ke salah satu media cetak), dan banyak lagi.
Format resensi?
Hmmm.. Sebelumnya aku ingin memberi tahu para pembaca bahwa blogku ini gak terlalu mengikuti format yang benar. Karena tujuanku di sini adalah memaparkan apa yang aku baca dan tanggapanku. Aku bukan seorang peresensi yang bener-bener "peresensi", I'm just someone who love to read.
Oke, kembali ke format resensi yang benar. Sudah tahu tentang resensi, punya buku yang pengen diresensi, sekarang bagaimana menulisnya? Berikut ini adalah formatnya:  (sumber: herehere, here, and here)
  1. Judul resensi : Judul harus eye-catching tentunya. Judul yang menarik membuat para pembaca terpikat untuk membacanya.
  2. Data buku : Mulai dari judul buku, pengarang, jumlah halaman, dimensi, berat, penerbit, harga, tahun terbit, dan sebagainya.
  3. Pendahuluan : Membahas mengenai pengarang, siapa namanya dan apa saja prestasinya.
  4. Tubuh buku : Terdiri dari (1)sinopsis buku (kalian gak harus jiplak dari belakang buku, bisa juga dengan memberikan urutan cerita secara kronologis, tapi jangan sampai mengandung spoiler), (2) ulasan buku dan kutipan secukupnya, (3) keunggulan buku, (4) kelemahan buku, (5) rumusan kerangka buku, (6) bahasa yang digunakan (mudah dimengerti atau tidak), dan (7) kesalahan cetak. Bahkan kalau kalian membaca peresensi yang memiliki "jam terbang tinggi", dia akan membandingkan buku tersebut dengan buku lainnya oleh pengarang yang sama atau buku sejenis dengan pengarang yang berbeda.
  5. Penutup : Berisi kritik dan saran kepada penulis dan penerbit, serta memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku ini layak dibeli atau tidak.
Berikutnya kita akan membahas :

2 comments:

  1. Aku kayaknya cenderung evaluatif. hehe. Masalah sinopsis aku selalu ngambil di goodreads. :D

    ReplyDelete