Susan Fox - The Prodigal Wife

Judul : The Prodigal Wife (Cinta Kan Kembali)
Pengarang : Susan Fox
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2008
Halaman : 192
Dimensi : 110 x 180

Lainey, seorang istri yang meninggalkan suaminya, Gabe, karena salah paham. Ia mengira bahwa Gabe menikahinya karena pria itu ingin memiliki peternakannya, ditambah lagi Gabe membuat perjanjian dengan ayah Lainey.

Setelah mereka menikah, Lainey langsung meninggalkan Gabe.
Lima tahun telah berlalu dan akhirnya Lainey mengetahui bahwa dia telah menilai suaminya. Dia bermaksud untuk menebus kembali kesalahannya dengan kembali ke peternakan.

Lainey ingin meminta maaf dan berharap agar Gabe mau mendengarkan penjelasannya. Dia juga akan menawarkan perceraian dan Gabe dapat mengambil peternakannya. Namun Gabe memiliki pemikiran lain, dia ingin agar pernikahannya tetap bertahan.

Tentu saja Lainey jadi pusing, bagaimana cara bersikap kepada Gabe? Sejak kepulangannya ke peternakan, sikap Gabe acuh tak acuh. Belum lagi Gabe meminta Lainey untuk tidur satu kamar dengannya supaya pernikahan mereka terasa nyata. Yah, Lainey tahu bahwa dia masih mencintai Gabe. Tapi, apa Gabe masih mau menerimanya atas semua perlakuan kasar Lainey?
Kalau untuk HKI, aku mengacungkan kedua jempolku untuk karya Susan Fox. Kedua karakternya terasa banget.

Aku salut banget ama sikap Gabe yang tahu kapan harus bersikap tegas, kapan harus bersikap lembut. Dia juga sangat menghormati orang lain, sama pembantunya saja dia hormat. Dia juga bisa menahan amarah.

Terus sikap dia terhadap Lainey juga lembut banget, dia bisa menahan napsunya karena tahu Lainey masih ragu terhadapnya. Dia juga bahkan rela menemani Lainey ke toko-toko, bahkan bersikap romantis dengan memberikan hadiah kepada Lainey. Saat baca buku ini tuh ngerasa sikap karakter prianya itu so sweet banget deh...

Sedangkan untuk karakter wanitanya, aku merasa bahwa dia memang merasa bersalah banget. Bahkan aku sampai menitikkan air mata saat dia mengenang ayahnya. Bener-bener emosinya terasa banget deh. Top banget Susan Fox.


No comments:

Post a Comment