Pages

Sabrina Jeffries - The Dangerous Lord [Lord Trilogy #3]
J.D. Robb - Imitation in Death [In Death #17]

Eloisa James - A Duke of Her Own [Desperate Duchesses #6]

Judul : A Duke of Her Own (Pasangan Sempurna)
Pengarang : Eloisa James
Penerbit : Dastan
Tahun : 2011
Halaman : 518
Dimensi : 110 x 180
Berat : 250 gram
Genre : Historical Romance

Siapa yang tidak kenal dengan Villiers, dia lah pria yang berusaha untuk membuat Jemma, Duchess of Beaumont, istri sahabatnya, untuk mencintainya. Namun Jemma lebih memilih Elijah, pria yang dicintainya sejak dulu.

Duel yang dilakukannya dengan Earl of Gryfyn dalam memperebutkan Roberta (yang kini menjadi istri Earl) telah nyaris merenggut hidupnya, membuatnya tersadar atas tanggung jawab. Dia memiliki ENAM anak di luar nikah. Kini dia bermaksud untuk merawat semua anaknya.

Ya, dia membutuhkan seorang ISTRI. Istri yang tidak kurang dari anak duke.

Eleanor, putri seorang duke, pernah jatuh cinta kepada sahabat kakaknya, Astley. Dan mereka pernah berhubungan intim. Tapi kemudian Astley mencampakkannya karena surat wasiat ayahnya yang memintanya untuk menikah dengan Ada, gadis rapuh yang menderita batuk.

Eleanor merasa sakit hati atas perlakuan Astley, walaupun begitu, dia masih mencintai pria itu. Sampai dia bertemu dengan Villiers. Villiers pernah mendengar gosip yang mengatakan bahwa Eleanor tidak akan menikah dengan pria yang tidak memiliki gelar sebagai Duke.

Hal ini tentunya mereka memiliki syarat yang sama dan mereka merasa cocok. Tapi Villiers mengatakan bahwa dia memiliki calon lain, Lisette, putri Duke of Gilners, yang dicap sebagai orang gila.

Akhirnya mereka bersama-sama menuju rumah Lisette. Eleanor dengan maksud untuk berkunjung dan Villiers dengan maksud mencari tahu apakah Lisette pantas menjadi istrinya. Awalnya ibu Eleanor menyetujui pendekatan Villiers kepada putrinya, namun setelah mengetahui Villiers memiliki anak haram, dia menolak dan menyindir Villiers.

Untuk membuat ibunya diam, Eleanor menyatakan bahwa Villiers telah melamarnya dan dia menerimanya. Ibunya tentu saja terdiam.
Lisette di lain pihak merupakan gadis yang manis, rapuh, dan disukai oleh banyak orang. Sifatnya yang tidak peduli terhadap etika sosial membuat Villiers merasa bahwa Lisette cocok untuk menjadi istrinya, ibu dari anak-anaknya.

Tapi di lain pihak, Villiers merasakan gairah terhadap Eleanor. Belum lagi sikap dan sifatnya yang tajam dan ketus. Pertentangan antara hati dan logika, itulah yang dialami oleh Leopold, Duke of Villiers.

Tapi ternyata, logika lah yang menang. Eleanor menyuruh Villiers untuk menikahi Lisette karena Lisette adalah wanita yang dapat mengajari anak-anak Villiers untuk tidak peduli terhadap etika masyarakat.
Kemudian, Ada meninggal. Kini, Eleanor memiliki calon suami duke lainnya, Astley. Astley yang datang ke tempat tinggal Lisette, meminta Eleanor untuk meminta wanita itu menunggu selama setahun dan kemudian menikahinya.

Seperti halnya Villiers, Eleanor berada di antara dua pilihan, hati atau logika. Hatinya merindukan Villiers, tapi logikanya menyatakan bahwa dia seharusnya bersama Astley.
Ini adalah seri dari Desperate Duchesses yang terakhir dari karya Eloisa James. Banyak pembaca yang mungkin kurang suka dengan karya EJ karena karakternya terlalu banyak. Tapi dalam buku kali ini, lebih berfokus pada Eleanor, Villiers, Astley, dan Lisette.

Dan sepertinya seri EJ kali ini agak kurang puas karena plotnya mengalir terlalu lambat menurutku. Pertengahan buku baru mulai seru.

Dalam buku ini juga ada percakapan lucu antara Tobias (anak Villiers) dan ayahnya ketika pelayan Villiers menanyakan baju warna apa yang akan dipakai, pink atau hitam. Ketika Villiers mengatakan pink, Tobias menyatakan bahwa ayahnya akan tampak seperti wanita jalang.

Belum lagi Oyster, anjing Eleanor yang ikut meramaikan suasana dan pada ending buku ini, kisah mengenai anjing ini cukup membuatku menitikkan air mata. Hehehehehehe..

Secara keseluruhan, cerita ini merupakan penutup yang manis dari seri Desperate Duchesses.
Seri Desperate Duchesses:
#1 Desperate Duchesses
#2 An Affair Before Christmas
#3 Duchess By Night
#4 When The Duke Returns
#5 This Duchess of Mine
#6 A Duke of Her Own

8 komentar:

  1. hihihihi aku yg termasuk kurang suka dg EJ (baru beli bukunya kmrn)... yups penceritaannya tidak fokus disatu tokoh... jd seakan2 ada dua cerita yg diceritakan berbarengan, jd bingung sendiri padahal cerita (tambahan) yg dibahas sebenarnya ada dibuku lain... blm lagi bhs percakapannya yg membingungkan jd tidak enjoy membacanya... kmrn beli buku EJ An Affair Before Christmas uda semangat mau baca cz sinopsisnya menarik tp malah jd kecewa dg cara penceritaannya yg kurang menarik (untukku)

    BalasHapus
    Balasan
    1. EJ yang bagus kata temenku seri Fairy Tales. When Beauty Tamed The Beast ya kalo gak salah judul nomor 2-nya. Itu yang paling bagus untuk karya EJ ^^
      Aku sih blom baca, tepatnya blom minjem ke temen. Heheheheheh..

      Hapus
  2. dulu aku pernah baca karya EJ ada yg bagus judulnya Cinta Sang Duchess. makanya wkt beli yg kmrn aku juga mengharapkan bagus juga spt sebelumnya tp ternyata berbada :(
    padahal aku pingin baca Kembalinya Sang Duke... uda baca blm sist?? review dunk... galau nih mau beli hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah baca dan punya kalo seri Desperate Duchess =)
      Menurutku yang Kembalinya Sang Duke termasuk bagus ya untuk seri ini.

      Hapus
  3. hi, salam kenal,
    Wah ada review EJ juga nih. Koleksi EJ ku lumayan lengkap soalnya EJ punya gaya penceritaan yang khas, rasanya bener2 terbawa ke Regency era atau pada serial ini, masa yang lebih awal, dimana para wanita dan laki2nya masih membedaki rambut buat style mereka sehari-hari. Serial Desperate Duchesses ini lebih bisa dimengerti kalo dibaca berurutan 1 s.d 6, terutama kisah cinta segitiga antara Jemma, suaminya Beaumont, dan Viliers yang terjalin dari buku 1 s.d. 6. Sampe kesel sendiri karena gak sabar baca cerita Jemma - Beaumont di buku ke-5 dan cerita Vilier - Eleanor di buku ke-6.
    Sama dgn mbak riki, pertama2 karya EJ yang aku baca juga Duchess in Love dan itu cerita yang unik juga menarik.
    Ditunggu ya phie review karya EJ yg lain.=)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Yunita..
      Aku punya buku EJ dan emang ngikutin..
      Kalo review yang lain, harus nunggu novel yang lain selese.. Masih banyak yang blom aku baca tapi udah nangkring dengan manis di rak buku. Hahahahah.. *ketawa miris*

      Tapi gitu TBR-nya abis, pasti aku re-read kok dan pasti aku review ^^

      Hapus
  4. wah sama ya, aku juga punya banyak buku yg belum dibaca tp udah dibeli karena takut kehabisan ntr susah nyarinya...=)
    kalo baca review nya dulu jadi ada gambaran mau baca yg mana..=)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget.. Baca review orang jadi tau mau baca mana dulu. Hahahahahah..
      Aku lagi kesengsem sama Lorraine Heath yang Texas Trilogy, lagi seruuuuu =P

      Hapus